Breaking News:

9 Bus Trans Patriot Bekasi Nganggur Dua Bulan karena Belum Ada Operatornya

Sembilan bus Trans Patriot Bekasi menganggur karena belum ada operator yang mengoperasikannya.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Bus Trans Patriot Bekasi yang baru dua bulan lalu dioperasikan kini sudah menghilang dari jalanan. 

Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) Harun Al Rasyid menambahkan, PDMP gagal ditunjuk sebagai pengelola bus Trans Patriot karena secara administrasi perusahaan itu tidak siap menjadi operator bus.

"Ada beberapa faktor penyebab, namun utamanya karena ketidaksiapan administrasi makanya pemerintah melelang dari sektor swasta," kata Harun.

Harun memprediksi, proses lelang menelan waktu selama dua bulan. Karena itu, bus ini akan kembali dioperasikan pada April mendatang.

"Agak pesimis bus ini dioperasikan pada Maret apalagi pas Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi, 10 Maret nanti," ujarnya.

Menurut dia, proses lelang menelan waktu sebulan lebih karena pemerintah harus melihat rekam jejak perusahaan yang ingin menjadi operator tersebut.

Rekam jejak yang dievaluasi yakni soal pengelolaan administrasi, keuangan dan sumber daya manusia (SDM) dari perusahaan tersebut.

"Kalau semuanya tidak ada masalah dan memenuhi persyaratan, mereka akan ditunjuk sebagai operator," katanya.

Meski nanti operatornya dari pihak swasta, namun Harun memastikan tarif penumpang tetap Rp 3.500 per orang. Pemerintah daerah tetap memberikan subsidi ke sebesar Rp 3.500 per orang.

"Tarif awal kan Rp 7.000, tapi pemerintah memberikan subsidi setengah harga menjadi Rp 3.500 per orang," katanya.

Harun menjelaskan ada dua trayek untuk transportasi berkapasitas 41 orang ini, yakni Terminal Bekasi-Harapan Indah dan Terminal Bekasi-Summarecon.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved