Minggu, 26 April 2026

Ramzi: Artis Terjerat Narkoba Harus Mau Direhabilitasi

Presenter Ramzi berpendapat, artis yang terjerat narkoba harus mau menjalani rehabilitasi.

Penulis: Arie Puji Waluyo |
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Ramzi ketika mengisi sambutannya di acara 'Penandatanganan MOU antara Artis, Manajer, dan Produser atas Penyalahgunaan, Pemberantasan, dan Peredaran Narkoba', di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU-Presenter Ramzi (41) mengakui bahwa banyak sekali pro dan kontra, terhadap isu artis yang terjerat narkoba harus berhenti menjadi publik figur.

Ramzi menjelaskan bahwa ia mencoba menyebarkan informasi mengenai hal tersebut, ke grup aplikasi pesan para selebriti. Hasilnya, ia mengungkapkan banyak respon dari para publik figur Indonesia.

"Ternyata Reaksinya memang sangat luar biasa. pas gue baca lagi ememg ada kalimat yang kurang tepat. Kita seniman, kita nggak ada pensiun. Nggak ada yang bisa stop kita jadi seorang seniman," kata Ramzi.

Hal itu ia katakan ketika ditemui di acara 'Penandatanganan MOU antara Artis, Manajer, dan Produser atas Penyalahgunaan, Pemberantasan, dan Peredaran Narkoba', di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Menurut Ramzi, darah seorang seniman tidak akan berhenti sampai selebriti tersebut tutup usia, meski dirinya terjerat kasus narkoba.

"Kalau darah seniman kita masih ngalir sampai maut memisahkan kita. Karena memang seniman itu profesi kita sampai mati," ucapnya.

Mengenai narkoba, Ramzi mengungkapkan aparat kepolisian tidak pandang bulu untuk memberantasnya di Indonesia.

Karena, mengenai narkoba sudah menjadi perbincangan sejak tahun 2009, dimana pimpinan legislatif Indonesia mengesahkan UU mengenai Narkotika.

"Sebenernya yg harus kita ketahui bersama, dari 2009 kalau tidak salah memang ada UU yang memberikan kita kesempatan untuk direhab. Jadi melapor untuk direhab," tegasnya.

"Kalau menyerahkan diri kan sama halnya dengan dihukum. Kalau ini tidak, direhab. Kalau kita pengguna, lapor ke pihak berwajib, baik ke Polres maupun ke BNN. Minta tolong bantu kita rehabilitasi," tambahnya.

Lanjut Ramzi, terlebih untuk publik figur. Jika memang selebriti itu berani untuk menyerahkan diri dan meminta rehabilitasi, dampaknya akan besar terhadap para penggemarnya.

"Karena Publik figur kan memang seperti yg tadi saya bilang, publik figur itu Sumber media dan Sumber berita. Dampaknya itu ke masyarakat luas pada para fans-fansnya," ujar Ramzi.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved