Jumat, 10 April 2026

Keluhan Lurah Jembatan Besi Soal Kondisi Kantornya

Lurah Jembatan Besi Agus Mulyadi mengatakan, kantornya kini tak lagi kondusif digunakan tempat pelayanan masyarakat.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kantor Kelurahan Jembatan Besi. 

WARTA KOTA, TAMBORA-Lurah Jembatan Besi Agus Mulyadi mengatakan, kantornya kini tak lagi kondusif digunakan tempat pelayanan masyarakat.

Walau diyakini kantornya itu tidak rawan ambruk, namun dirinya mengeluhkan di kantornya kini semakin sempit, lantaran penuh dengan barang-barang, dan berkas.

"Umurnya tua sih iya, lalu kalau dibilang rawan ambruk sih tidak. Kusam, memang iya. Namun memang kalau dilihat sudah tidak kondusif ya untuk melayani masyarakat secara maksimal. Kondisinya sudah sempit sekali. Di dalam juga memang sempit. Kalau orang mau lewat, kursi dan meja harus digeser dulu," kata Agus, Rabu (21/2/2018).

Dipaparkannya, pemindahan Kantor Kelurahan Jembatan Besi ke sebelah Pasar Inpres, Jalan Jembatan II masih dalam wacana.

Ia berharap usulan pemindahan Kantor Kelurahan Jembatan Besi ke sebelah Pasar Inpres, dapat direalisasikan Pemerintah Kota Jakarta Barat, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Saya juga, sempat mengusulkan ini beberapa kali ke Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi. Memang, Pak Wali sebut sangat mahal terkait harga tanah. Warga yang mempunyai lahan ya ada yang mau jual, cuma enggak seusai NJOP. Mudah-mudahan aja usulan pindahkan Kantor Kelurahan Jembatan Besi ke sebelahnya Pasar Inpres di Jembatan Besi II, bisa terealisasikan," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved