Breaking News:

Meski Masih Ada Apotek Pajang Albothyl, Dinkes Depok Tak Lanjutkan Inspeksi

Dinkes Depok memastikan tidak akan kembali melakukan inspeksi lanjutan ke apotek lainnya di Depok.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Hertanto Soebijoto

WARTA KOTA, DEPOK - Meskipun masih menemukan ada apotek di Depok yang memajang Albothyl dan diduga tetap menjualnya dalam sidak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Senin (19/2/2018) kemarin, Dinkes Depok memastikan tidak akan kembali melakukan sidak lanjutan ke apotek lainnya di Depok.

Padahal dalam sidak Senin kemarin, yang juga sekaligus penyampaian surat edaran larangan menjual Albothyl, Dinkes Depok hanya menyambangi tiga apotek saja. Yakni dua apotek di Jalan Margonda, dan satu apotek di Jalan Arif Rahman Hakim.

Sementara di Kota Depok, sedikitnya tercatat ada dua ratus apotek dan toko obat yang tersebar di seluruh Kota Depok.

Ini artinya ada ratusan apotek dan toko obat yang belum terpantau dan sangat mungkin mereka masih memajang Albothyl yang sudah dilarang edar oleh BPOM.

"Memang belum ada rencana sidak lagi ke depan. Hanya Senin kemarin saja, sidak ke tiga apotek di Depok. Dua apotek di Jalan Margonda dan satu di Jalan Arif Rahman," kata Kepala Seksi Perbekalan Kesehatan, Sarana Prasarana Dan Pengawasan Makanan (PSPM) Dinkes Depok, Vera, kepada Warta Kota, Selasa (20/2/2018).

Meski begitu kata Vera pihaknya sudah menginstruksikan ke seluruh apotek dan toko obat untuk tidak lagi memajang dan menjual Albothyl, karena izin edarnya sudah dibekukan BPOM.

"Sudah kami instruksikan ke semua apotek di Depok," katanya.

Vera mengatakan diharapkan masyarakat juga memahami dan tidak lagi membeli Albothyl untuk obat sariawan, karena penggunaannya cukup berbahaya.

Sebelumnya Vera menuturkan dalam sidak ke 3 apotek di Depok, Senin, pihaknya menemukan satu apotek di Jalan Margonda, Depok, yang masih memajang Albothyl di etalase penjualan mereka.

"Kami langsung amankan produk tersebut di salah satu apotek. Kami juga minta agar stok produk di apotek tersebut disimpan khusus, atau tidak dijual ke masyarakat, sampai nanti ditarik distributor. Sementara dua apotek lain sudah mengamankan sendiri produk yang dilarang edar itu," kata Vera.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved