Breaking News:

YKCI Resmi Urus Royalti Lagu Korea di Indonesia

Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) bersama The Korean Society of Composers Authors and Publishers (KOSCAP) sepakat menjalin kerja sama.

Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) bersama The Korean Society of Composers Authors and Publishers (KOSCAP) sepakat menjalin kerja sama sebagai wadah yang menjembatani pembayaran royalti bagi para pencipta lagu. 

WARTA KOTA, JAKARTA---Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) bersama The Korean Society of Composers Authors and Publishers (KOSCAP) sepakat menjalin kerja sama sebagai wadah yang menjembatani pembayaran royalti bagi para pencipta lagu.

Kerja sama tersebut, terkait dengan proteksi karya cipta musik dan lagu pada aspek performing right (hak mengumumkan) dan mechanical right (hak menggandakan).

"Dalam kerja sama ini KCI akan mewakili kepentingan ekonomi para pencipta lagu Korea di Indonesia dan sebaliknya, KOSCAP akan mewakili kepentingan ekonomi para pencipta lagu Indonesia di Korea," kata Ketua Umum YKCI, Dharma Oratmangun, beberapa waktu lalu.

CEO KOSCAP, DJ Son, mengatakan, pihaknya selama ini mayoritas penghimpunan pembayaran royalti tersebut berasal tempat-tempat hiburan, seperti karaoke bar, klub malam dan karaoke keluarga.

"KOSCAP memiliki kewenangan untuk mengontrol dan mengawasi pemenuhan royalti bagi sekitar 500 lagu Indonesia yang berada di bawah pengelolaan KCI," kata DJ Son.

Dengan adanya kerja sama ini, YKCI dan KOSCAP menyakini akan menjadi tonggak baru peningkatan persahabatan antara Indonesia dan Korea.

Dharma mengatakan, langkah kerja sama ini selain sebagai bagian dari upaya menegakkan UU Nomor 28/2014 tentang Hak Cipta, kerja sama dengan KOSCAP ini juga diharapkan dapat menginspirasi insan musik di Indonesia

Apalagi, kata Dharma, Industri musik Korea dengan K-Pop yang telah mampu menembus pasar Asia, bahkan dunia diyakini dapat menginspirasi para musisi Indonesia untuk lebih mengeksplorasi kreatifitasnya.

"Kami menantang musisi Indonesia untuk melakukan leap frog (lompatan katak) dengan mengembangkan I-POP yang berbasis pada keragaman kultural kita untuk menembus pasar musik dunia," kata Dharma.

Sebelum dengan Korea, kata Dharma, KCI telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara di Eropa. Dan setelah dengan Korea, pihaknya berencana menjalin kerja sama serupa dengan negara-negara di Asia Pasifik, pada tahun ini.

Sejak berdiri pada 1990, KCI telah menjembatani pembayaran royalti lagu asing maupun lagu Indonesia, termasuk lagu rakyat pop dan tradisional daerah. Mekanisme dan sistem penghimpunan serta distribusi royalti yang diterapkan KCI pun menjadi acuan bagi Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) lain dalam melaksanakan kegiatannya.

"KCI sendiri telah melakukan manajerial Performing Right (Hak Mengumumkan) selama sekitar 28 tahun hingga menyandang predikat sebagai LMK pertama dan terpercaya di Indonesia," kata Dharma.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved