Erupsi Gunung Sinabung

VIDEO: Letusan Dahsyat Sinabung, Hujan Krikil, dan Kepanikan Warga

Tim gabungan juga menyisir zona merah untuk mengetahui kemungkinan adanya masyarakat yang menyusup ke zona terlarang tersebut.

VIDEO: Letusan Dahsyat Sinabung, Hujan Krikil, dan Kepanikan Warga
Youtube.com
GUNUNG Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus Senin (19/2/1018) pagi. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Senin (19/2/2018) pagi, gunung api Sinabung setinggi 2.460 mdpl yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, erupsi dengan semburan awan panas letusan mencapai tinggi kolom 5.000 meter dengan amplitudo 120 milimeter dan lama gempa 607 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra mengatakan, jarak luncur sektoral selatan-tenggara sejauh 4.900 meter dan sektoral tenggara-timur sejauh 3.500 meter. Angin lemah ke barat dan selatan. Tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih di Level IV atau Awas.

Baca: VIDEO: Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Dairi dan Pakpak Barat Tertutup Kabut Tebal

Menjelang siang, kepanikan warga sempat terjadi lantaran informasi yang menyebar adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu, Senin siang, seperti dikutip Kompas.com, menegaskan bahwa di zona merah tidak ada lagi aktivitas masyarakat, sehingga warga diminta tidak panik. Kepada pihak lain, juga diminta agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas. 

Menurutnya, pendataan masih dilakukan dan pihaknya belum mendapat laporan terkait adanya korban tewas. 

Baca: Kapolres Tanah Karo: Jangan Panik Berlebihan, Pendataan Korban Masih Berlangsung

Selain itu, pihak kepolisian juga telah turun langsung ke lokasi untuk mengevakuasi masyarakat dan melakukan patroli ke desa-desa untuk mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati karena erupsi Gunung Sinabung akan terjadi sewaktu-waktu.

Bersama kepolisian yang menurunkan mobil ambulans, water canon, dan truk dalmas, tim gabungan ke daerah terdampak untuk mengevakuasi masyarakat dan menyiram sarana dan prasarana jalan yang terkena dampak. 

Tim gabungan juga menyisir zona merah atau zona terlaran untuk mengetahui kemungkinan adanya masyarakat yang menyusup dan menjadi korban.

Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved