Breaking News:

Nekat Sebrangi Rel Saat Kereta Melintas, Tubuh Kakek Nasirin Hancur

Akibat tak mengindahkan imbauan dari petugas jaga pintu perlintasan, seorang kakek tewas setelah tersambar KRL

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Feryanto Hadi
Petugas saat mengevakuasi seorang kakek yang tewas terseret KRL, Senin (19/2). 

WARTA KOTA, JAGAKARSA -- Akibat tak mengindahkan imbauan dari petugas jaga pintu perlintasan, seorang kakek tewas setelah tersambar KRL di Bawah Jembatan Penyebrangan Orang Jalur Rel Kereta api Lenteng Agung - Jagakarsa, Senin (19/2) siang.

Seorang saksi, Nana Sutiana (38) menyatakan, peristiwa itu terjadi sekitar 13.40.

Saat itu, korban tampak dengan santai berjalan menyeberangi rel meskipun dari jarak dekat sudah terdengar rauangan KRL.

"Padahal orang-orang termasuk petugas KA sudah memperingatkan korban supaya tidak menyeberang karena ada kereta yang lewat. Tapi bapak itu tetap berjalan," kata Nana di lokasi, Senin (29/2).

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengungkapkan, korban tercatat bernama Nasirin, berusia 72 tahun dan tercatat sebagai warga Gang H. Muhammad Rt 005/04 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Salatan.

Kapolres menduga, korban yang sudah berusia tua tidak mendengar adanya suara kereta yang akan melintas maupun teriakan dari warga dan petugas jaga perlintasan hingga akhirnya sebuah kereta dari arah Depok menabraknya.

"Petugas PJKA sudah meniupkan peluit ke arah korban dan korban tidak mendengar. Akhirnya tertabrak kereta api dan terseret 15 meter dari lokasi," imbuhnya.

Orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu berteriak histeris melihat korban yang terseret kereta.

Korban mengalami luka pecah kepala bagian kanan akibat bentuan dan lecet pada sejumlah bagian tubuh terseret kereta. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved