Rabu, 20 Mei 2026

Lenggang Jakarta Bakal Digusur, Irwandi : Hargai MoU Dong

Ia memercayai jika PPKK tetap menghormati dan memegang teguh perjanjian terkait pemanfaatan lahan sebagai area relokasi (PKL) Kemayoran.

Tayang:
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pasar Lenggang Kemayoran 

WARTA KOTA, GAMBIR---Rencana penggusuran Lenggang Jakarta Kemayoran untuk dijadikan lokasi pembangunan Mapolres Metro Jakarta Pusat di lahan Blok B1 Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran (PPKK), Kemayoran, Jakarta Pusat, kian santer dihebuskan.

Padahal pusat kuliner baru di Jakarta itu baru saja dibuka pada akhir tahun 2016.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta, Irwandi, mengaku tenang.

Ia memercayai jika PPKK tetap menghormati dan memegang teguh perjanjian terkait pemanfaatan lahan sebagai area relokasi pedagang kaki lima (PKL) Kemayoran itu.

"Prinsipnya kami tidak ingin melanggar aturan. MoU (pemanfaatan lahan) dengan PPKK habis Juni 2019. Kami hargai MoU dong, karena MoU bukan sama Irwandi, tapi sama Pemprov DKI Jakarta," kata Irwandi kepada Warta Kota, Senin (19/2/2018).

Baca: Lenggang Kemoyaran Bakal Dipindah, Ini Tanggapan Sandiaga Uno

Walau begitu, ia akan menerima hasil keputusan yang diambil PPKK apabila perjanjian tersebut habis.

Irwandi akan mencoba bernegosiasi agar Lenggang Jakarta Kemayoran yang kini telah menjadi ikon Jakarta itu tetap eksis ke depannya.

"Kami maunya begitu (tidak digusur). Kami ingin ada win-win solution. Kalau ada penggusuran, kami ingin relokasi di kawasan Kemayoran. Ini kami bicara orang banyak lho, jangan karena isinya pedagang kecil jadi kami diabaikan," kata Irwandi.

Baca: Lahan Lenggang Jakarta Kemayoran Bakal Dipakai Mapolres Metro Jakarta Pusat

Irwandi mengatakan, terkait relokasi pilihan yang ditawarkan salah satunya adalah Mega Grosir Kemayoran (MGK) yang bertempat di Jalan Angkasa, tepatnya depan JIExpo Kemayoran.

Lokasi tersebut mampu menampung ribuan pedagang dan memadai apabila kembali dibangun Lenggang Jakarta Kemayoran.

"Lokasi MGK sudah masuk dalam penawaran, tapi kami lihat dulu bagaimana lokasinya. Jangan lokasi justru sepi, kasihan pedagang juga. Tapi sembari berjalan, kami cari tempat-tempat yang bagus dan ramai, jadi usaha pegang tetap menjanjikan," kata Irwandi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved