Korupsi KTP Elektronik

Kata Nazaruddin, Semua Ketua Fraksi DPR Periode 2009-2014 Dapat Jatah Uang KTP Elektronik

Masih menurut Nazaruddin, besaran yang diterima ketua fraksi jumlahnya bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil.‎

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Senin (3/4/2017). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi KTP elektronik, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengatakan seluruh ketua fraksi di DPR periode 2009-2014, mendapat jatah uang dari megaproyek itu.

Masih menurut Nazaruddin, besaran yang diterima ketua fraksi jumlahnya bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil.‎ Saat ditanya siapa yang mendapat bagian paling besar dan paling kecil, Nazaruddin ‎menjawab lupa.

"Jadi dijelaskan Andi Narogong di ruang Mas Anas (Urbaningrum), waktu itu Bu Mustokoweni ‎minta semua pimpinan fraksi diberi uang. Usulan itu sudah dicatat dan disampaikan," ujar Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2/2018), saat bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

Baca: Setya Novanto: Nazaruddin Banyak Bohongnya

‎Hakim lalu bertanya apakah benar seluruh uang fee yang dibagikan ke anggota DPR ‎terealisasi? Menjawab itu, Nazaruddin menyatakan, menurut laporan Mustokoweni dan Andi Narogong, semuanya terealisasi, termasuk untuk Fraksi Demokrat.

Jatah Demokrat, lanjut Nazaruddin, diserahkan ke Mirwan Amir selaku anggota Demokrat yang duduk sebagai Wakil Ketua Banggar DPR, dan disampaikan ke Nazaruddin yang saat itu menjabat Bendahara Umum Fraksi Partai Demokrat.

"‎Waktu itu yang dibawa sama Mirwan ada 1 juta USD, diserahkan ke fraksi 500 ribu USD, sisanya 500 ribu USD waktu itu ada kebutuhan, saya lupa. Lalu ada penerimaan selanjutnya, saya lupa rinciannya yang mulia," ungkap Nazaruddin. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved