Erupsi Gunung Sinabung

Kapolres Tanah Karo: Jangan Panik Berlebihan, Pendataan Korban Masih Berlangsung

"Kepada pihak-pihak lain, jangan menyebarkan isu atau informasi yang belum tentu benar. Supaya suasana tetap kondusif.."

Kapolres Tanah Karo: Jangan Panik Berlebihan, Pendataan Korban Masih Berlangsung
Dok. Laporan Sinabung via Kompas.com
Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu, Senin (19/2/2018), meminta warga yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung agar tidak panik, menyusul informasi yang tidak jelas yang menyatakan adanya korban jiwa dalam letusan pagi tadi. 

WARTA KOTA, MEDAN --- Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (19/2/2018) menimbulkan kepanikan bagi warga yang tinggal di sekitar gunung.

Kepanikan menjadi saat muncul informasi-informasi tak bertanggung jawab yang menyebutkan adanya korban tewas.

"Jangan panik berlebihan. Warga sudah tidak lagi beraktivitas di zona merah, jadi tetap tenang. Kepada pihak-pihak lain, jangan menyebarkan isu atau informasi yang belum tentu benar. Supaya suasana tetap kondusif, mari kita semua tetap berdoa," kata Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu, Senin siang.

Soal informasi jumlah pengungsi dan kabar korban tewas, Benny mengaku belum mendapat data yang akurat. Personelnya masih berada di lapangan, namun sampai berita ini diturunkan, dirinya memastikan belum ada korban jiwa.

"Sama-sama kita berdoa, jangan sampai ada korban jiwa. Pendataan masih berlangsung di daerah terdampak," katanya lagi.

Baca: VIDEO: Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Dairi dan Pakpak Barat Tertutup Kabut Tebal

Tindakan kepolisian yang telah mereka lakukan adalah turun langsung ke lokasi untuk mengevakuasi masyarakat dan melakukan patroli ke desa-desa untuk mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati karena erupsi Gunung Sinabung akan terjadi sewaktu-waktu.

"Kami menurunkan mobil ambulans, water canon dan truk dalmas ke daerah terdampak untuk mengevakuasi masyarakat dan menyiram sarana dan prasarana jalan yang terkena dampak. Saat ini, situasi di wilayah hukum Polres Tanah Karo masih aman dan kondusif," ungkap Benny.

Sementara itu, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) di Desa Payung, Kecamatan Payung, dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo ke Desa Batukarang karena desanya gelap gulita akibat tertutup abu vulkanik.

"Mereka hanya dievakuasi, bukan diungsikan, ya.. Masih banyak warga Desa Payung yang memilih bertahan," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Karo Natanail Peranginangin.

Natanail mengatakan, pihaknya menyiagakan personel di beberapa akses daerah terdampak erupsi dan membagi-bagikan masker gratis kepada warga.

Hingga pukul 10.45 WIB, erupsi masih berlangsung dan kondisi sebagian Tanah Karo tertutup kabut tebal dan hujan abu.

"Beberapa kecamatan bahkan terdampak hujan batu dari material vulkanik. BPBD meminta masyarakat menjauhi zona merah dan mengikuti arahan petugas yang ada di lapangan. Kami juga menyiagakan petugas di lokasi terdampak paling parah dan sedang menyisir lokasi setelah mendapat rekomendasi aman dari PVMBG," tutur dia. (Kontributor Medan, Mei Leandha)

Artikel ini diunggah juga di Kompas.com"Warga Sekitar Sinabung, Jangan Panik Berlebihan..."

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved