Breaking News:

Kasus First Travel

JPU Akan Hadirkan Artis Syahrini dan Vicky Shu di Persidangan First Travel

Tim Jaksa Penuntut Umum telah membacakan dakwaannya terhadap tiga terdakwa kasus penipuan ribuan calon jemaah umrah okeh bos First Travel.

instagram
Vicky Shu dan Bos First Travel Anniesa Hasibuan 

WARTA KOTA, DEPOK - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan dakwaannya terhadap tiga terdakwa kasus penipuan ribuan calon jemaah umrah okeh bos First Travel.

Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri) Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, serta adik Anniesa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Senin (19/2/2018).

Dalam dua berkas itu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat para terdakwa dengan dakwaan, Pasal 378 KUHP tentang penipuan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP, Pasal 372 KUHP tentang penggelapan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Serta Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Ketua Tim JPU Heri Jerman mengatakan dalam dakwaan pihaknya juga menyebut keterlibatan sejumlah artis diantaranya Syahrini dan Vicky Shu.

"Artis-artis ini dipasang untuk menarik minat calon jemaah. Tujuan para terdakwa memang itu," kata Heri, usai sidang perdana bos First Travel, Senin siang.

Karenanya kata Heri, pihaknya akan berupaya menghadirkan Syahrini dan Vicky Shu, serta artis lainnya dalam sidang lanjutan kasus ini.

"Mengenai masalah materi apa terhadap Syahrini dan Vicky Shu, juga sebagai apa dan bagaimana, akan kita lihat persidangan nanti. Kami akan coba hadirkan Syahrini dan Vicky Shu ke persidangan ini nantinya," kata Heri.

Ia mengatakan total uang yang didapat ketiga terdakwa dalam kasus penipuan dan penggelapan ini mencapai Rp 905 Miliar.

"Uang itu disamarkan dengan melalui sejumlah hal dan aset lainnya. Kita akan buktikan ini di persidangan, karenanya kita jerat mereka dengan pasal pencucian uang," kata Heri.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved