Peneliti IPB : Keberadaan Ojek Online, Amankah untuk Digunakan?

Siapa yang tidak mengenal ojek online? Kendaraan bermotor roda dua berbasis aplikasi online itu tentu saja sudah banyak diketahui oleh masyarakat.

Peneliti IPB : Keberadaan Ojek Online, Amankah untuk Digunakan?
Warta Kota/Henry Lopulalan
Dok. Para driver ojek online yang tergabung dari sejumlah perusahaan konvoi usai demo di Jalan Merdeka Selatan, Kamis (23/11/2017). Mereka demo di depan Kementerian Perhubungan dan Istana Merdeka untuk menuntut soal regulasi yang merugikan mereka. 

WARTA KOTA, BOGOR - Siapa yang tidak mengenal ojek online? Kendaraan bermotor roda dua berbasis aplikasi online itu tentu saja  sudah banyak diketahui oleh masyarakat.

Keberadaannya menjadi oase bagi masyarakat di tengah kemacetan yang seringkali menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar Indonesia.

Tidak terkecuali Jakarta beserta kota-kota penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Terdapat banyak brand ojek online yang berkembang di Indonesia.

Namun, menurut survei yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (2017), urutan rating tertinggi brand ojek online adalah Go-jek (72.6 persen), Grab (66.9 persen) dan Uber (51 persen).

Baca: Korban Peremasan Payudara di Depok, Awalnya Mengira Pelaku Ojek Online yang Mau Tanya Alamat

Demikian yang disampaikan dalam riset yang dilakukan oleh mahasiswa program Pascasarjana Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor (IPB), Hasdevi A dan Drajat; bersama staf pengajar program studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB, Lilik Noor Yulianti dan Megawati Simanjuntak.

Megawati mengatakan, penelitian ini dilakukan mengingat fenomena tentang ojek online ini sangat menarik perhatian.

''Penerimaan ojek online di masyarakat masih menimbulkan pro dan kontra. Banyak pengguna ojek online merasa sangat terbantu dengan adaya ojek online yang bersifat praktis, mudah dan murah. Namun, pada beberapa kasus seringkali keberadaan ojek online menimbulkan perselisihan dengan para pengemudi ojek pangkalan, khususnya di kawasan perumahan-perumahan tertentu,'' ujarnya.

Lebih lanjut Megawati menjelaskan, penelitian dilakukan pada 200 responden di Kecamatan Bogor Utara.

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved