Imlek

Sedih, Yun Shin Tidak Bisa Membelikan Cucunya Lampion untuk Imlek

Bagi Yun Shin bukanlah momentum yang membahagiakan.Ia mengeluhkan pernak-pernik Imlek yang kini dijual di Glodok sangat mahal.

Sedih, Yun Shin Tidak Bisa Membelikan Cucunya Lampion untuk Imlek
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi lampion 

WARTA KOTA, TAMANSARI---Kawasan Glodok atau dikenal dengan Pecinan, Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, serba merah saat tahun baru Imlek 2018. Di balik itu bagi Yun Shin bukanlah momentum yang membahagiakan. Warga yang tinggal di Kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, ini mengeluhkan pernak-pernik Imlek yang kini dijual di Glodok sangat mahal.

Pria berambut putih, mengenakan kemeja biru dengan celana pendek putih ini sibuk memilih lentera merah yang tengah digantung dijajakan para pedagang. Beberapa pedagang lampion khas Imlek ini satu-persatu ia datangi dan menanyakan harganya.

Baca: Lampion, Bentuk Pertukaran Budaya Indonesia-Tiongkok

Sesekali, ia yang ketika itu menggandeng sang cucu perempuannya yang masih berusia enam tahun, tampak menggeleng-gelengkan kepala saat tahu harga lampion yang dijual pedagang-pedagang di Glodok.

"Yang besar ini berapa?" tanyanya Yun Shin kepada pedagang Lampion di Kawasan Glodok, baru-baru ini. Pedagang itu pun menjawab," Yang besar Rp 300.000 saja.”

Yun Shin berupaya menawarkan lampion, yang ingin dibelikan untuk sang cucunya itu. Di depan pedagang itu, Yun Shin menyebut harga Rp 100.000. Pedagang tertawa serta meminta Yun Shin agar membuat lampion sendiri.

"Kalau mau harga Rp 100.000, mendingan bikin lampion sendiri saja Koh," katanya pedagang tersebut.

Baca: Sebanyak 2.500 Lampion Warnai Imlek di Pluit Village

Ia nampak kebingungan lantaran uang saat ini di dalam dompetnya itu, hanya sekitar Rp 200.000. Alhasil, Yun Shin pun mengurungkan niat untuk membeli lampion keinginan cucunya.

"Ini cucu saya minta dibelikan lampion. Tetapi, harganya mahal. Setahun lalu masih Rp 100.000 ukuran besar. Kenapa sekarang ini, malah naik dua kali lipat begitu," kata pria berusia 58 tahun itu.

Yun-Shin terlihat murung karena gagal belikan lampion untuk sang cucu. Ia berupaya menghibur sang cucunya, dengan membelikan baju cheongsam, dengan harga Rp 120.000.

"Sebenarnya cucu saya lebih senang lampion dibanding baju. Uangnya pas. Cuman bisanya beli baju," kata Yun-Shin lalu pulang menggunakan angkutan umum bersama sang cucu. (bas)

Penulis:
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved