PBB Nilai Polisi Bikin Rakyat Curiga Dalam Penanganan Kasus Teror

Rentetan peristiwa penyerangan terhadap sejumlah pemuka agama.Tapi penanganan polisi dianggap membuat masyarakat curiga.

PBB Nilai Polisi Bikin Rakyat Curiga Dalam Penanganan Kasus Teror
TRIBUNNEWS/ABDUL QODIR
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan pers soal penangkapan Miko Panji Tirtayasa, atas dugaan keterlibatan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, di PTIK, Jakarta, Kamis (18/5/2017) malam. 

WARTA KOTA, PASARMINGGU -- Rentetan peristiwa penyerangan terhadap sejumlah pemuka agama belakangan telah membuat masyarakat resah.

Tapi pola penanganan polisi terhadap kasus-kasus itu membuat rakyat curiga. 

Banyak pihak khawatir, jika pihak kepolisian tidak menangani masalah ini dengan serius, maka akan mengganggu stabilitas sosial berimbas pada kestabilan negara akibat satu sama lain saling curiga.

Baca: Dua Sejoli Geng Motor Bonyok-Bonyok Terjungkal di Jalan Margonda Depok

"Maraknya kejadian penganiayaan, bahkan sampai menghilangkan nyawa tokoh agama ini terjadi dalam waktu yang berdekatan. Seperti ada sebuah rangkaian peristiwa yang dirunning. Tapi mudah-mudahan anggapan ini salah," kata Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noer di kantor DPP PBB, Jumat (16/2/2018).

Terlebih sejumlah pelaku penyerangan dalam waktu cukup singkat dinyatakan gila.

Hal ini,kata Ferry, menyebabkan masyarakat curiga terhadap pola penanganan kasus-kasus tersebut meskipun Polri mengklaim telah menangani secara proporsional dan profesional.

Baca: Jalanan Retak, Anggaran Pemasangan Sheet Pile Akan Segera Dibicarakan

"Vonis gila bagi pelaku ini membuat kami risau dan khawatir. Apalagi yang diserang itu ulama dan ustaz serta tokoh-tokoh agama."

Beberapa waktu terakhir, terdapat sejumlah serangan terhadap pemuka agama. Serangan pertama menimpa pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Emon Umar Basyri, Sabtu (27/1). Serangan kedua terjadi pada 1 Februari 2018 yang menyebabkan Ustaz Prawoto, komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) meninggal dunia.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved