Perbaikan Jalan inspeksi Kebon Manggis, BBWSCC Upayakan Anggaran Perubahan ke Pemerintah Provinsi

"Kalo 100 kayaknya kurang, penanganan darurat seberapa pun bronjong kita sediakan,

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur dan PPSU Kelurahan Kebon Manggis saat melakukan pemasangan bronjong di pinggir Kali Ciliwung, Rabu (14/2). 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Amblesnya jalan inspeksi Kesatria X RT 12/03 Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur membuat jalan retak mencapai panjang 125 meter.

Guna mengantisipasi parahnya retakan pihak Sudin Sumber Daya Air bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) memasang kawat bronjong yang diisi dengan batu di pinggir kali Ciliwung.

Pagi tadi pihak Sudin SDA dan pihak BBWSCC melakukan pemantauan pemasangan kawat bronjong yang dilakukan oleh pasukan biru, orange dan tenaga pembantu dari BBWSCC.

Kepala BBWSCC, Jarot Widyoko saat meninjau lokasi jalan retak di jalan inspeksi Kesatria X RT 12/03 Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Kepala BBWSCC, Jarot Widyoko saat meninjau lokasi jalan retak di jalan inspeksi Kesatria X RT 12/03 Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. (Warta Kota/oko Supriyanto)

Kepala BBWSCC, Jarot Widyoko mengatakan bahwa pihaknya belum dapat menjelaskan akibat terjadinya longsoran hingga membuat jalan inspeksi retak.

Tentunya untuk mengantisipasi hal tersebut hingga tadi malam pihaknya mengirimkan sebanyak 100 bronjong untuk keadaan darurat. Namun dilihat dilapangan dikatakan Jarot 100 bronjong kurang untuk itu pihaknya siap melakukan tambahan.

"Kalo 100 kayaknya kurang, penanganan darurat seberapa pun bronjong kita sediakan, sehingga penanganan darurat ini segera cepat diselesaikan, karena longsoran sangat mengkhawatirkan," kata Jarot saat ditemui, Kamis (15/2/2018).

Karena pemasangan bronjong tersebut hanya bersifat sementara, pihak
BBWSCC akan melakukan langkah perbaikan permanen dengan meminta bantuan dari pemerintah Provinsi.

"Langkah untuk perbaikan permanen kita sudah berkoordinasi dan mengupayakan perubahan anggaran tahun 2018 kalo tidak bisa paling lambat 2019 kita akan programkan," katanya.

Dikatakan oleh Jarot setelah perbaikan selesai nantinya dari pihak Dinas Bina Marga akan melakukan perbaikan jalan. Untuk itu ia berharap pengerjaan dapat segera selesai secepatnya.

Sementara itu Kasudin Sumber Daya Air, Mustajab mengatakan bahwa jalan yang amblas dan terjadi keretakan dahulunya kawasan tersebut rawa dan diuruk dengan puing-puing.

Ditambah beberapa waktu lalu banjir yang melintas di Kali Ciliwung membuat kawasan tersebut terkikis, selain itu faktor kerentanan dan ketahanan juga mempengaruhi. Pasalnya jalan tersebut sudah berusia 14 tahun.

"Ada struktur yang memilik kerentanan dan ini sudah bertahan 14 tahun. Jadi dari proses teresebut terjadi karakter longsor. Ditambah kemarin gempa jadi itu bisa jadi pergeseran tanah, untuk itu kita akan berusahan tancapkan bronjong sampai ganah ini tidak bergeser lagi," katanya.

Sementara itu beberapa warga sekitar yang berdekatan dengan lokasi retakan mengaku khawatir jika tidak segera dilakukan perbaikan.

"Kalo khawatir itu sudah pasti ya, ditambah semalam longsor lagi, kayak yang didepan pohon sampai tumbang ke kali, jadi takut makin lama kalo gak diperbaiki jalanan bisa ambles," kata Akhyar (40) salah satu warga.

Dikatakan Akhyar bahwa retakan menambah panjang, berbeda pada waktu lalu yang hanya kurang lebih 100 meter.

"Ini nambahnya lumayan panjang dari pada kemarin, kalo kemarin belum sampai masjid sekarang udah sampai sana," katanya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved