Jumat, 10 April 2026

Penanganan Jangka Pendek, Jalan Retak di Kampung Berlan Dipasangi Bronjong

Ruas Jalan Kesatrian X, RT 12 RW 03 Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, retak hingga sepanjang 100 meter.

Penulis: Rangga Baskoro |
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur dan PPSU Kelurahan Kebon Manggis saat melakukan pemasangan bronjong di pinggir Kali Ciliwung, Rabu (14/2). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Ruas Jalan Kesatrian X, RT 12 RW 03 Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, retak hingga sepanjang 100 meter.

Guna penanganan jangka pendek, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur dan PPSU Kelurahan Kebon Manggis melakukan pemasangan bronjong di pinggir Kali Ciliwung.

"Pagi ini, ada 100 bronjong. Nanti malam datang lagi 400 bronjong. Akan dipasang di sekitar 100 meter jalan yang retak," kata Agus Suyoyo, Wakil Kasatpel Sudin SDA Kecamatan Matraman di lokasi, Rabu (14/2).

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur dan PPSU Kelurahan Kebon Manggis saat melakukan pemasangan bronjong di pinggir Kali Ciliwung, Rabu (14/2).
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur dan PPSU Kelurahan Kebon Manggis saat melakukan pemasangan bronjong di pinggir Kali Ciliwung, Rabu (14/2). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut penanganan jalan retak yang semakin parah setelah terjadi banjir besar di Jakarta beberapa minggu yang lalu.

Pantauan Warta Kota, di bagian bawah aliran sungai, hanya terdapat sedikit tanah yang menyangga jalan. Sebagian besar tanah terbawa arus sungai sehingga menyebabkan area di sekitarnya nyaris roboh, termasuk dinding pembatas pinggir kali.

Kerangka bronjong-bronjong tersebut akan dipasang di pinggir tanah yang nyaris amblas. Hingga kemudian diisi oleh batu-batu kali guna menahan tanah yang terbasa arus sungai agar tidak longsor.

Agus menyatakan Jalan Kesatriaan X untuk sementara waktu tak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Hal itu akan berlangsung hingga pengerjaan perbaikan jalan selesai.

"Kami tidak bisa memastikan kapan pengerjaannya akan selesai. Semoga 1 bulan bisa rampung lah," kata Agus. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved