Teknologi Pendidikan Penting, Lebih Penting Lagi Mempersiapkan Manusianya
"Peran teknologi pendidikan sangat penting sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, membuka akses dan meningkatkan kualitas..”
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
WARTA KOTA, MONAS --- Inovasi teknologi sedang menjadi tren di dunia saat ini. Banyak negara berlomba-lomba untuk menciptkan teknologi terkini agar dapat mempermudah aspek kehidupan manusia dan menemukan hal-hal baru.
Teknologi telah masuk ke dalam berbagai sendi kehidupan melalui berbagai macam industri yang setiap saat kita konsumsi tanpa kita sadari. Teknologi melalui internet dan gawai telah membuka berbagai macam kemungkinan dalam kehidupan kita, mulai dari cara kita bekerja, bersosialisasi, berbelanja hingga bagaimana kita bepergian. Karena itu, saat ini kita mengenal teknologi finansial (fintech), teknologi transportasi online, hingga teknologi pendidikan.
Namun penggunaan teknologi dalam pendidikan masih perlu penyesuaian. Adaptasi perlu dipikirkan secara mendalam karena teknologi yang kini dikatakan mendisrupsi, sesungguhnya tidak hanya memiliki dampak positif tapi juga menimbulkan dampak negatif bila tidak bijak dan berhati-hati.
Takuya Homma, Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia, mengatakan, jika bisa dimanfaatkan secara maksimal, teknologi sangat membantu mempercepat kualitas pendidikan di suatu bangsa.
”Kami di Quipper percaya, penggunaan teknologi yang dibarengi dengan pendidikan berkualitas, hal tersebut dapat diraih. Secara bersama-sama kita dapat mendorong pendidikan ke arah yang lebih baik, memberikan materi pendidikan berkualitas, menghubungkan guru dan siswa di seluruh Indonesia, berbagi pengetahuan, secara cepat dan tepat kepada orang yang membutuhkannya,” kata Takuya Homma, dalam diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018).
Selain Takuya Homma, diskusi ini juga menghadirkan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Republik Indonesia Gatot Pramono, founder dan CEO Bahaso Tyovan Arie, Pakar Pendidikan Itje Chodijah, dan Maudy Ayunda sebagai moderator.
Terbatas
Tyovan Arie mengatakan, ada banyak masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia yang harus dipecahkan bersama. Salah satunya, akses infrastruktur dan teknologi internet yang masih terbatas.
“Sangat penting untuk menghubungkan berbagai titik strategis dalam peta pendidikan untuk melangkah maju, bukan hanya penggunaan teknologi canggih, tetapi juga memahami peran setiap pemangku kepentingan, mengerti risiko, tantangan, dan dampaknya, bagi generasi saat ini maupun mendatang,” ujarnya.
Tentu peran teknologi perlu diselaraskan bersamaan dengan ekosistem pendidikan yang telah ada. Sistem pendidikan tradisional yang melibatkan guru, sekolah, perguruan tinggi dan orang tua tidak serta merta tersingkirkan hanya karena akses luas terhadap informasi yang menjanjikan metode belajar mandiri.
Karakter
Pakar dan ahli pendidikan Itje Chodijah percaya peran guru, orang tua dan sekolah tidak akan tergantikan karena pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter.
“Teknologi dalam pendidikan itu penting, tetapi lebih dari pada itu mempersiapkan manusianya agar bisa memanfaatkan teknologi itu. Peran teknologi pendidikan sangat penting sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, membuka akses dan meningkatkan kualitas,” tuturnya.
Sementara Gatot Pramono mengungkapkan bahwa pemerintah punya komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan bantuan teknologi. Namun kendala infrastruktur membuat visi ini belum menjangkau hingga ke pelosok nusantara.
“Saya yakin dengan teknologi, para pendidik dan institusi pendidikan dapat mengatur materi dan proses lebih efisien, lebih fokus kepada pembentukan karakter anak, membangun minat dan penanaman cara berpikir konseptual dan kritis dengan kelas interaktif. Ini sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan siswa-siswi Indonesia pemimpin masa depan Asia dan memberikan bekal kemampuan untuk bersaing di tingkat global,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180213-teknologi-pendidikan-001_20180213_184202.jpg)