Kamis, 9 April 2026

Teknologi Pendidikan Penting, Lebih Penting Lagi Mempersiapkan Manusianya

"Peran teknologi pendidikan sangat penting sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, membuka akses dan meningkatkan kualitas..”

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
BRAND Ambasaddor Quipper Indonesia Maudy Ayunda (moderator), Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Republik Indonesia Gatot Pramono, dan Pakar Pendidikan Itje Chodijah dalam acara diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta, Senin (12/2/2018). 

WARTA KOTA, MONAS --- Inovasi  teknologi sedang menjadi tren di dunia saat ini. Banyak negara berlomba-lomba untuk menciptkan teknologi terkini agar dapat mempermudah aspek kehidupan manusia dan menemukan hal-hal baru.

Teknologi telah masuk ke dalam berbagai sendi kehidupan melalui berbagai macam industri yang setiap saat kita konsumsi tanpa kita sadari. Teknologi melalui internet dan gawai telah membuka berbagai macam kemungkinan dalam kehidupan kita, mulai dari cara kita bekerja, bersosialisasi, berbelanja hingga bagaimana kita bepergian. Karena itu, saat ini kita mengenal teknologi finansial (fintech), teknologi transportasi online, hingga teknologi pendidikan.

Namun penggunaan teknologi dalam pendidikan masih perlu penyesuaian. Adaptasi perlu dipikirkan secara mendalam karena teknologi yang kini dikatakan mendisrupsi, sesungguhnya tidak hanya memiliki dampak positif tapi juga menimbulkan dampak negatif bila tidak bijak dan berhati-hati.

FOUNDER & CEO Bahaso Tyovan Arie, Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia Takuya Homma, dan Brand Ambasaddor Quipper Indonesia Maudy Ayunda (moderator), dalam diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta, Senin (12/2/2018).
FOUNDER & CEO Bahaso Tyovan Arie, Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia Takuya Homma, dan Brand Ambasaddor Quipper Indonesia Maudy Ayunda (moderator), dalam diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta, Senin (12/2/2018). (Istimewa)

Takuya Homma, Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia, mengatakan, jika bisa dimanfaatkan secara maksimal, teknologi sangat membantu mempercepat kualitas pendidikan di suatu bangsa.

”Kami di Quipper percaya, penggunaan teknologi yang dibarengi dengan pendidikan berkualitas, hal tersebut dapat diraih. Secara bersama-sama kita dapat mendorong pendidikan ke arah yang lebih baik, memberikan  materi pendidikan berkualitas, menghubungkan guru dan siswa di seluruh Indonesia, berbagi pengetahuan, secara cepat dan tepat kepada orang yang membutuhkannya,” kata Takuya Homma, dalam diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Selain Takuya Homma, diskusi ini juga menghadirkan  Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Republik Indonesia  Gatot Pramono, founder dan CEO Bahaso Tyovan Arie, Pakar Pendidikan Itje Chodijah, dan Maudy Ayunda sebagai moderator.

Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia Takuya Homma memberi plakat kepada Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI Gatot Pramono, dalam acara diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di  Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (12/2/2018).
Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia Takuya Homma memberi plakat kepada Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI Gatot Pramono, dalam acara diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (12/2/2018). (Istimewa)

Terbatas

Tyovan Arie mengatakan, ada banyak masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia yang harus dipecahkan bersama. Salah satunya,  akses infrastruktur dan teknologi  internet yang masih terbatas.

“Sangat penting untuk menghubungkan berbagai titik strategis dalam peta pendidikan untuk melangkah maju, bukan hanya penggunaan teknologi canggih, tetapi juga memahami peran setiap pemangku kepentingan, mengerti risiko, tantangan, dan dampaknya, bagi generasi saat ini maupun mendatang,” ujarnya.

Tentu peran teknologi perlu diselaraskan bersamaan dengan ekosistem pendidikan yang telah ada. Sistem pendidikan tradisional yang melibatkan guru, sekolah, perguruan tinggi dan orang tua tidak serta merta tersingkirkan hanya karena akses luas terhadap informasi yang menjanjikan metode belajar mandiri.

Karakter

Pakar dan ahli pendidikan Itje Chodijah percaya peran guru, orang tua dan sekolah tidak akan tergantikan karena pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter.

“Teknologi dalam pendidikan itu penting, tetapi lebih dari pada itu mempersiapkan manusianya agar bisa memanfaatkan teknologi itu. Peran teknologi pendidikan sangat penting  sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, membuka akses dan meningkatkan kualitas,” tuturnya.

FOUNDER & CEO Bahaso Tyovan Arie, Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia Takuya Homma, Brand Ambasaddor Quipper Indonesia Maudy Ayunda (moderator), Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI  Gatot Pramono,  dan Pakar Pendidikan Itje Chodijah dalam acara diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di  Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (12/2/2018).
FOUNDER & CEO Bahaso Tyovan Arie, Co-founder Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia Takuya Homma, Brand Ambasaddor Quipper Indonesia Maudy Ayunda (moderator), Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI Gatot Pramono, dan Pakar Pendidikan Itje Chodijah dalam acara diskusi panel bertajuk ‘Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan’, di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (12/2/2018). (Istimewa)

Sementara  Gatot Pramono mengungkapkan bahwa  pemerintah punya komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan bantuan teknologi. Namun kendala infrastruktur membuat visi ini belum menjangkau hingga ke pelosok nusantara.

“Saya yakin dengan teknologi, para pendidik dan institusi pendidikan dapat mengatur materi dan proses lebih efisien, lebih fokus kepada pembentukan karakter anak, membangun minat dan penanaman cara berpikir konseptual dan kritis dengan kelas interaktif. Ini sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan siswa-siswi Indonesia pemimpin masa depan Asia dan memberikan bekal kemampuan untuk bersaing di tingkat global,” paparnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved