Breaking News:

Segini Sebaran Jumlah Pedagang di Jaksel

Sudin KUKMP merilis pendataan pedagang yang bergabung di 62 lokasi sementara (loksem) di 10 kecamatan di Jakarta Selatan.

Wartakota/Feryanto Hadi
Kepala Suku Dinas KUKMP, Shita Damayanti, ketika memberi keterangan tentang sebaran pedagang di Jakarta Selatan. 

KEBAYORANBARU, WARTA KOTA -- Suku Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan  Kota Administrasi Jakarta Selatan (Sudin KUKMP) merilis pendataan pedagang yang bergabung di 62 lokasi sementara (loksem) di 10 kecamatan di Jakarta Selatan.

Hingga Februari 2018, sudah 2.855 pedagang telah bergabung.

Kepala Suku Dinas KUKMP, Shita Damayanti, mengungkapkan, dari 62 loksem di bawah pengawasan Sudin KUKMP Jaksel, 20 loksem berada di Kecamatan Kebayoran Baru, 19 loksem di Kecamatan Setiabudi, 7 loksem di Pasar Minggu, 5 loksem di Kecamatan Tebet, 4 loksem di Kecamatan Pancoran, dan 3 loksem di Kecamatan Cilandak.

"Untuk Kecamatan Mampang Prapatan, Kebayoran Lama, Pesanggrahan dan Jagakarsa masing-masing memiliki satu loksem," kata Shita, Selasa (13/2/2018).

Shita melanjutkan, penyebaran jumlah pedagang di Kebayoran Baru memiliki jumlah pedagang terbanyak dengan 1.351 pedagang. Berikutnya Kecamatan Setiabudi dengan 579 pedagang, Jagakarsa 400 pedagang, Pancoran 152 pedagang, Pasar Minggu 136 pedagang, Tebet 87 pedagang, Mampang Prapatan 60 pedagang, Cilandak 46 pedagang, Kebayoran Lama 25 pedagang, dan terakhir Pesanggrahan 19 pedagang.

"Kebayoran Baru memilik jumlah pedagang terbanyak dengan 1.351 pedagang yang tersebar di 20 loksem. Sementara untuk tempat loksem yang paling banyak pedagangnya yaitu Loksem Taman Puring dengan 646 pedagang," ungkap Shita.

Shita menjelaskan, jenis dagangan yang dijual oleh pedagang di tiap loksem tidak selalu sama.

"Tidak hanya makanan dan minuman saja, namun ada juga elektronik, sepatu, dan juga pakaian serta minuman. Seperti di Taman Puring," tuturnya.

Shita menambahkan, setiap pedagang yang berada di loksem-loksem tersebut, tiap harinya dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 3 ribu.

"Untuk pembayaran retribusi dari para pedagang, kami menggunakan sistem penarikan auto debet melalui Bank DKI," ujar Shita.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved