Breaking News:

Pria yang Mengaku Sakti dan Jual Jimat Berhasil Diamankan karena Meresahkan

Dari tangannya berhasil diamankan jimat berupa 1 wapak, 15 Isim, tiga buah batu cincin, minyak wangi dan uang Rp 13.000.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Al Muktiana (18), yang diduga guru ngaji Majelis Dzikir Al Anshor atau Mahesa Kurung diamankan polisi dari rumah kontrakannya di Gang Pancoran RT 02/05, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu (7/2/2018) malam sekira pukul 23.00, bersama 18 muridnya. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Polsek Pancoran Mas, Kota Depok mengamankan Al Muktiana (18) yang diduga guru ngaji Majelis Dzikir Al Anshor atau Mahesa Kurung dari rumah kontrakannya di Gang Pancoran RT 02/05, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu (7/2/2018) malam sekira pukul 23.00.

Ajaran Majelis Dzikir Al Anshor atau Mahesa Kurung diketahui sudah dilarang.

Keberadaan Al yang membuka pengajian di sana sejak 3 minggu terakhir dan selalu ramai, dianggap meresahkan warga.

Apalagi praktek yang dilakukan Al bersama 18 orang yang dianggap muridnya di tempat itu terkesan aneh dan membuat warga tak nyaman.

Al Muktiana (18), yang diduga guru ngaji Majelis Dzikir Al Anshor atau Mahesa Kurung diamankan polisi dari rumah kontrakannya di Gang Pancoran RT 02/05, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu (7/2/2018) malam sekira pukul 23.00, bersama 18 muridnya.
Al Muktiana (18), yang diduga guru ngaji Majelis Dzikir Al Anshor atau Mahesa Kurung diamankan polisi dari rumah kontrakannya di Gang Pancoran RT 02/05, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu (7/2/2018) malam sekira pukul 23.00, bersama 18 muridnya. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Al diduga melakukan praktek aliran sesat atau perdukunan, yang membuat warga sekitar tak nyaman dan was-was.

Saat diamankan polisi bersama warga dan anggota TNi, Al diketahui bersama dengan 18 orang muridnya.

Kapolsek Pancoran Mas, Komisaris Roni Wowor mengatakan dari pengakuannya Al mengaku membuka praktek pengisian khodam ilmu kebatinan. Yakni dengan cara menjual jimat baik berupa batu ataupun wapak.

"Jimat dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 40.000 sampai Rp. 200.000. Adapun jimat yang dijual diyakini memiliki khasiat diantaranya jimat pengasihan, wapak serba guna, dan jimat kewibawan. Padahal yang bersangkutan membeli ajimat yang dijualnya itu di Jatinegara dengan harga Rp. 20.000. Jadi ada keuntungan yang diambilnya," kata Roni, Kamis (8/2/2018).

Al Muktiana (18), yang diduga guru ngaji Majelis Dzikir Al Anshor atau Mahesa Kurung diamankan polisi dari rumah kontrakannya di Gang Pancoran Rt. 02/05, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu (7/2/2018) malam sekira pukul 23.00, bersama 18 muridnya.
Al Muktiana (18), yang diduga guru ngaji Majelis Dzikir Al Anshor atau Mahesa Kurung diamankan polisi dari rumah kontrakannya di Gang Pancoran Rt. 02/05, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu (7/2/2018) malam sekira pukul 23.00, bersama 18 muridnya. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Selain itu, menurut pengakuannya, kata Roni, pengajian yang dipimpin bukan aliran atau bagian dari Mahesa Kurung (MK) akan tetapi pengajian Asmaul Husna yang pernah dipelajarinya di Pelabuhan Ratu.

"Untuk saat ini, yang bersangkutan sudah memiliki murid sebanyak 18 orang," kata Roni.

Dari 18 muridnya, 9 orang diketahui warga Ratujaya dan 9 lainnya warga Kampung Baru, Cagar Alam.

Dari tangannya, kata Roni, berhasil diamankan jimat berupa 1 wapak, 15 Isim, tiga buah batu cincin, minyak wangi dan uang Rp 13.000.

Pihaknya kata Roni masih mendalami kasus ini, untuk memaatiskan motif pelaku melakukan jual beli jimat yang diduga juga mengarah ke penipuan.

Tags
Jimat
resah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved