Kamis, 7 Mei 2026

Didemo Suporter, Pemkot Depok Janji Upayakan Bentuk Persikad Baru

Pemkot Depok berjanji akan mengakomodir semua tuntutan suporter fanatik klub sepak bola Persikad Depok

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Seratusan orang suporter klub sepak bola Persikad Depok berunjuk rasa di depan gerbang Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda, Depok, Kamis (8/2/2018). Mereka menuntut Pemkot Depok memperhatikan dan mempertahankan keberadaan klub Persikad Depok tetap ada dan mengikuti kompetisi liga 3 di musim kompetisi ini. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya (Disporaparsenbud) Kota Depok, berjanji akan mengakomodir semua tuntutan suporter fanatik klub sepak bola Persikad Depok yang menamakan diri Persikad Fans Curva Sud, agar Kota Depok tetap memiiki klub tersebut karena selama ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kota Depok.

Walaupun kini Persikad Depok dipastikan terdegradasi ke liga 3 Indonesia di musim kompetisi tahun ini. Selain itu pihak manajemen Persikad berencana dan hampir pasti mengubah atau menjual Persikad Depok sementara ke Bogor dan berubay menjadi klub Bogor FC, dengan home base di kota hujan tersebut.

Seratusan orang suporter klub sepak bola Persikad Depok berunjuk rasa di depan gerbang Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda, Depok, Kamis (8/2/2018). Mereka menuntut Pemkot Depok memperhatikan dan mempertahankan keberadaan klub Persikad Depok tetap ada dan mengikuti kompetisi liga 3 di musim kompetisi ini.
Seratusan orang suporter klub sepak bola Persikad Depok berunjuk rasa di depan gerbang Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda, Depok, Kamis (8/2/2018). Mereka menuntut Pemkot Depok memperhatikan dan mempertahankan keberadaan klub Persikad Depok tetap ada dan mengikuti kompetisi liga 3 di musim kompetisi ini. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Karenanya para suporter menuntut Pemkot Depok membenahi masalah di Persikad agar klub bola itu tetap ada, atau bahkan membentuk klub Persikad Depok yang baru.

Janji untuk mengakomodir tuntutan para suporter itu diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya (Disporaparsenbud) Kota Depok, Wijayanto saat menemui para perwakilan ratusan suporter Persikad yang sebelumnya berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Depok, Kamis (8/2/2018).

"Pada dasarnya kami sepakat dengan semua keinginan dan tuntutan para suporter Persikad, agar Depok tetap memiliki klub sepak bola kebanggan dengan nama Persikad Depok," kata Wijayanto.

Hanya saja kata dia untuk Persikad Depok yang ada saat ini seluruhnya adalah kewenangan manajemen klub tersebut.

Namun Wijayanto berjanji bahwa Pemkot Depok akan berupaya semaksimal mungkin agar Depok tetap memiliki klub sepak bola dengan nama Persikad Depok.

Bahkan, pihaknya akan memfasilitasi untuk membentuk klub Persikad Depok yang baru, dengan manajemen baru, kareba Persikad yang ada saat ini akan pindah ke Bogor dan berubah menjadi Bogor FC.

"Jadi kami sepakat dengan tuntutan para suporter Persikad Depok. Sebab pada dasarnya tidak bolsleh ada kewenangan Pemkot Depok lagi atas Persikad," kata dia.

Namun pihaknya akan mengajak para pihak terkait dan invesstor untuk kemungkinan membuat perusahaan baru untuk menaungi klub Persikad Depok yang baru.

Atas janji dan komitmen ini kata Wijayanto pihaknya akan mengajak suporter Persikad Depok serta sejumlah pihak terkair lainnya dalam pertemuan untuk membahas kemungkinan membentuk Persikad Depok baru yang terlepas dari manajemen lama saat ini.

Eko Haryanto pendiri Persikad Fans Curva Sud, menyambut baik sikap Pemkot Depok tersebut.

"Pemkot dan kami setuju serta sepakat, untuk lebih baim membentuk klub baru, tapi tetap dengan nama Persikad Depok," kata Eko.

Untuk itu kata Eko, kemungkinan harus ada pembuatan PT baru yang menaunginya.

"Kita juga sudah gak mau dengan manajemen Persikad yang sekarang. Karena selalu saja datang masalah jual beli lagi, setiap tahumnya. Jadi kalau nanti dibentuk Persikad yang baru, maka akan bersih dari mafia sepak bola, meski harus berlaga dari liga Nusantara lagi," katanya.

Usai bertemu Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya (Disporaparsenbud) Kota Depok, Wijayanto serta jajarannya, ratusan suporter Persikad meninggalkan Kantor Wali Kota Depok dengan berjalan kaki meski hujan deras tetap mengguyur, Kamis sore.

"Beberapa waktu ke depan, kami akan datang lagi, untuk melihat sejauhmana tuntutan kami bisa terealisasi," kata Eko.

Sebelumnya meski sempat diguyur hujan deras, Kamis (8/2/2018) siang seratusan orang suporter klub sepak bola Persikad Depok tetap antusias berunjuk rasa dengan berorasi di depan gerbang Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda, Depok.

Mereka berdemonstrasi dengan membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka agar Pemkot Depok memperhatikan dan mempertahankan supaya keberadaan klub Persikad Depok tetap ada di Depok, dan mengikuti kompetisi liga 3 di musim kompetisi ini.

Sebab para suporter mencurigai bahwa manajemen Persikad tahun ini akan menjual klub sementara sehingga berubah menjadi klub Bogor FC dengan home base di Kota Bogor dalam liga 3 tahun ini. Hal itu dilakukan karena Persikad kembali mengalami kesulitan keuangan.

"Kami berharap Persikad tetap ada di Depok dan meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, turun tangan untuk membantu membenahinya dengan berkordinasi dengan semua pihak, termasuk memanggil manajemen lama Persikad," kata Eko Haryanto pendiri Persikad Fans Curva Sud, sebuah kelompok suporter fanatik Persikad Depok yang berunjuk rasa, kepada Warta Kota, Kamis (8/2/2018)

Apalagi kata dia Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, M Idris dan Pradi ssat kampanye berjanji akan membangun dan mengembangkan Persikad Depok serta membuat klub kebanggaan Kota Depok tersebut, tak bermasalah setiap tahunnya saat memasuki musim kompetisi baru.

Saat ini nasib Persikad Depok tidak jelas. Setelah terdegradasi dari liga 2 ke liga 3 tahun ini. Persikad Depok terancam diambil alih pihak lain di luar Depok, serta tidak lagi bermarkas di Depok, jika masih ingin ikut berkompetisi di liga 3.

Eko Haryanto, pendiri Persikad Fans Curva Sud, sebuah kelompok suporter fanatik Persikad Depok mengatakan setiap memasuki musim kompetisi baru, kondisi Persikad Depok selalu berantakan dan tak jelas nasibnya.

Menurut Eko, sekalipun tahun ini Persikad terlempat ke liga paling bawah, manajemen harus memastikan keikutsertaan Persikad dan bukan seperti sekarang ini. "Sebab terlihat tanda-tanda Persikad tidak ikut kompetisi tahun inj, atau dijual oleh pihak lain dengan mengganti namanya," kata Eko.

Sebab kata Eko, ada rumor yang beredar dan sempat diungkapkan oleh manajemen Persikad bahwa tahun ini Persikad akan menggunakan bendera klub Bogor FC dengan home base di Kota Bogor, jika ingin berlaga di liga 3.

"Itu yang kita tolak dan kita mau pastikan tidak terjadi," kata Eko.

Untuk itu kata Eko, mereka berharap Pemkot Depok turun tangan memediasi dan membenahi masalah di Persikad dengan memanggil semua pihak yang terkait.

"Selain itu kami juga meminta sejauhmana progres renovasi Stadion Merpati sebagai markas Persikad. Kami mendesak diselesaikan secepatnya agar dapat segera digunakan Persikad sebagai homebase. Kami tidak mau pengerjaan mangkrak. Sehingga akan kita kawal prosesnya," kata Eko.

Eko memastikan bahwa aksi para suporter Persikad nanti adalah aksi damai. "Kami sudah mendapat izin dari kepolisian atas aksi ini. Intinya kami ingin Persikad tetap menjadi milik dan kebanggaan warga Depok," kata Eko.

Kepala Satpol PP Depok Yayan Arianto menuturkan meski hujan deras para suporter Persikad Depok tampat tetap antusias berunjuk rasa berorasi.

Karenanya kata Yayan puluhan petugas Satpol PP Depok yang berjaga di gerbang Kantor Wali Kota Depok, juga terus berjaga mengawal aksi unjuk rasa meski hujan deras.

"Namun akhirnya tadi perwakilan suporter diminta masuk menemui pejabat Disporparsenbud Depok," katanya.(bum)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved