Inilah Ruangan yang Memproduksi Parfum Palsu Beromzet Rp 32 Miliar

Rumah yang dijadikan sebagai pabrik parfum palsu di Jalan Mangga Besar 4G, Tamansari, tak tampak mencurigakan

Warta Kota/Mohamad Yusuf
Anggota Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) menunjukkan parfum palsu di lokasi pabrik pembuatannya di Jalan Mangga Besar 4G, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (7/2/2018). 

Sementara, di lantai dua dijadikan tempat istirahat karyawan.

“Dari lokasi ini kami amankan pelaku HO alias J (38) sebagai pemilik pabrik. Lalu barang bukti berupa jerigen biang parfum yang bertuliskan nama-nama parfum merek terkenal dan berisi cairan berwarna beragam aroma,” kata AKBP Iman Setiawan, Kasubdit Indag Ditreskrimum PMJ, di lokasi tersebut, Rabu (7/2/2018).

Kemudian jerigen berisi zat kimia alkohol yang mengandung zat kimia berbahaya jenis metanol sebesar 26 persen. Yaitu dari kadar alkohol dalam campuran parfum yang berbahaya bagi kulit manusia.

Lalu, tinta stempel atau pewarna kertas berbentuk cairan dengan berbagai macam warna.

“Kami amankan juga ribuan botol kosong berbagai jenis dan bentuk parfum merek terkenal siap kemas dan edar. Lalu nota pengiriman barang ke konsumen ke berbagai daerah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) menggerebek pabrik parfum palsu di  Jalan Mangga Besar 4G, Tamansari, Jakarta Barat,  Rabu (7/2/2018).

Parfum palsu tersebut telah diproduksi selama tiga tahun dengan omzet Rp 36 miliar. Polisi pun berhasil menangkap HO alias J (38) sebagai pemilik pabrik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa pengungkapan tersebut berawal saat pihaknya mendapatkan informasi adanya produksi parfum yang tidak standar.

“Anggota langsung menyelidikinya sejak 11 Januari 2018. Selama satu bulan akhirnya kami berhasil mendapati mendapati pemilik dan karyawan tertangkap tangan. Yaitu sedang melakukan proses produksi atau pembuatan serta pengemasan parfum palsu berbagai macam merek terkenal tanpa memiliki ijin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) RI,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, di lokasi pabrik tersebut, Rabu (7/2/2018).

Dari keterangan pelaku mengaku, bahwa home industry itu telah berlangsung sejak tiga  tahun lalu. Omzetnya pun mencapai miliaran rupiah.

“Selama tiga tahun beroperasi, pabrik tersebut telah menghasilkan omzet Rp 36 miliar. Artinya dalam satu bulan beromzet Rp 1 miliar,” kata Argo.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved