Mengadang Kawanan Pencuri Sepeda Motor, Ridwan Tewas Ditembak
Saat baru ke luar gang yang berada di samping Musala Nurul Amin, dua pelaku curanmor berpapasan dengan Ridwan.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Murtopo
WARTA KOTA, CIRACAS - Kasus pencurian kendaraan bermotor makin marak dan meresahkan warga di Jakarta Timur.
Bahkan dalam aksinya para penjahat itu membawa senjata api.
Mereka tak segan untuk menembak korbannya yang dinilai menghalangi saat pelaku melakukan aksinya.
Seperti yang terjadi dikawasan Jalan Pembina, Ciracas, Jakarta Timur.
Seorang pemuda yang diketahui bernama Ansyar Ridwan (22) tewas setelah ditembak oleh kawanan maling motor.
Ridwan ditembak setelah berupaya untuk menghalangi kawanan maling tersebut yang berusaha kabur usai menggasak sepeda motor incarannya.
Rudi Ahmad (31) salah seorang warga disekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi, Selasa (6/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB.
Ketika itu Ridwan (korban) tengah berkumpul dengan temannya di Jalan Pembina, RT 15, RW 5, Ciracas, Jakarta Timur.
Namun tiba-tiba ia dan beberapa rekannya mendegar suara letusan tembakan.
Mendengar suara letusan tersebut, korban berinisitif untuk mengecek ke lokasi, pasalnya saat itu juga terdengar teriakan maling dan minta tolong.
"Yang saya tau si Ridwan ini lagi nongrong sama temenya denger suara tembakan, dari situ langsung ngecek, karena juga denger suara orang minta tolong," kata Rudi salah seorang warga, Selasa (6/2/2018).
Saat baru ke luar gang yang berada di samping Musala Nurul Amin, dua pelaku curanmor berpapasan dengan Ridwan.
Seketika itu pelaku langsung mengacungkan senjata api dan mengarahkan kepada korban.
Diduga panik, pelaku menembak korban mengenai dada kiri hingga menembus punggung.
Seketika itu Ridwan langsung tersungkur bersimbah darah.
"Kayaknya pelaku ini kaget anggepnya mau nangkep jadi langsung ditembak," katanya.
Melihat korban terkapar beberapa warga langsung membawa ke Rumah Sakit, namun sayangnya korban menghembuskan nafas terakhir akibat peluru yang bersarang didadanya.
Selain itu diketahui bahwa korban bekerja sebagai kernet angkot yang sering beroperasi di sekitar Terminal Kampung Rambutan.
Sedangkan keluarga korban engan berkomentar mengenai kasus ini.
Lima Motor Dalam Sebulan
Sementara itu dikatakan oleh Kurniawan (20) salah seorang warga bahwa lokasi didaerah rawan akan curanmor.
Bahkan selama dua bulan terakhir, lima sepeda motor di lokasi itu raib digondol maling namun baru kali ini memakan korban.
"Udah lima kali kejadian motor ilang disini," kata Ridwan.
Menurutnya para pelaku beraksi di malam hari.
Lokasi yang sepi serta banyaknya kos-kosan dan akses jalan menuju jalan protokol menjadi faktor penyebabnya.
"Di bulan Desember menjelang tahun baru sudah tiga sepeda motor yang hilang. Lalu, di sini ronda malam tidak berjalan baik. Jadi para pelaku dengan mudah menjalankan aksinya," katanya.
Sementara itu Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar membenarkan peristiwa tersebut.
Yakni pelaku curanmor tersebut berjumlah dua orang. Keduanya masih berusia muda.
Dari pemeriksaan di lokasi kejadian rekaman CCTV yang berada di lokasi telah diamankan.
Kemudian sebanyak tiga telah diperiksa. Mereka berinsial, MZ, HJ, dan NS.
"Jasad korban sudah kami lakukan otopsi di RS Polri Kramat Jati, dan dikembalikan ke pihak keluarga. Sampai saat ini dua pelaku penembakan belum tertangkap," kata Agus. (JOS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180206-tkp-pencurian-sepeda-motor-dan-penembakan_20180206_184402.jpg)