Breaking News:

Jakarta Banjir

Banjir Putuskan Jalan Jatinegara Barat, Aktivitas Perekonomian Terganggu

Di toko-toko yang buka juga tidak ada aktivitas jual beli. Beberapa karyawan hanya membersihkan sisa-sisa banjir yang sempat merendam toko.

WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Toko-toko di sekitar sekitar Jalan Jatinegara Barat tutup akibat banjir, Selasa (6/2/2018). 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Putusnya akses Jalan Jatinegara Barat tidak hanya berdampak pada pengguna jalan yang akan mengarah ke Matraman, Jakarta Timur, namun juga mempengaruhi perekonomian sekitar Jalan Jatinegara Barat.

Sebab, luapan Kali Ciliwung membuat sejumlah toko tutup. Pantauan Wartakotalive.com, sepanjang Jalan Jatinegara Barat ramai pengungsi.

Beberapa toko tampak tutup, sebagian tetap buka. Di toko-toko yang buka juga tidak ada aktivitas jual beli. Beberapa karyawan hanya membersihkan sisa-sisa banjir yang sempat merendam toko.

Baca: Satu Ruas Jalan Jatinegara Barat Masih Tergenang Luapan Air Sungai Ciliwung

Lodwin (45), pemilik toko furniture, tetap membuka usahanya meski kebanjiran. Ia mengaku beruntung karena air yang masuk ke tokonya hanya mata kaki.

"(Banjir) Pengaruh pasti ya, ditambah akses jalan ditutup, sudah pasti pengaruh besar, tapi tetap buka," kata Lodwin, Selasa (6/2/2018).

Menurutnya, sebelum air kali meluap ke badan jalan, ia sudah menyiapkan serta mengevakuasi barang yang dinilai rawan, ke lokasi yang lebih aman.

Toko-toko di sekitar sekitar Jalan Jatinegara Barat tutup akibat banjir, Selasa (6/2/2018).
Toko-toko di sekitar sekitar Jalan Jatinegara Barat tutup akibat banjir, Selasa (6/2/2018). (WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO)

"Persiapan semalam udah, karena malam itu sudah kelihatan air naik. Jadi, seperti kursi-kursi dan barang lainnya kita tutupi dengan plastik, sebagian kita angkat ke lantai dua," tuturnya.

Hal senada dikatakan Acong (50), pemilik toko baju. Menurutnya imbas dari banjir hingga memutuskan Jalan Jatinegara Barat, membuat sepi pembeli.

"Ini sudah hampir siang belum ada satu pun pembeli, biasanya sudah ramai. Saya hanya ngirim barang pesenan aja," jelasnya.

Baca: Jusuf Kalla: Kalau Tak Punya Minat untuk Kekuasaan, Berarti Bukan Pimpinan Partai

Acong mengatakan, ini adalah banjir pertama setelah normalisasi Sungai Ciliwung. Ia berharap banjir segera surut.

"Saya di sini sudah lama. Kalau yang saya rasakan ini pertama kali setelah normalisasi," ungkapnya.

Sedangkan aktivitas perdagangan di Pasar Balimester Jatinegara masih normal. Para pedagang masih membuka tokonya. Walau begitu, jumlah pengujung yang datang menurun dibandingkan biasanya.

"Lumayan, tapi ya enggak rame-rame banget, mungkin karena dampak banjir jadi terganggu," ucap Ajun, salah satu pedagang buku di Pasar Balimester. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved