Empat Sutet Dipindahkan demi LRT Jabotabek

Ada yang di lahannya Jasa Marga, Kementerian PUPR, dan ada juga lahan yang privat. Kalau yang di lahan privat akan ada penggantian," katanya

Empat Sutet Dipindahkan demi LRT Jabotabek
Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, JAKARTA-  Empat titik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang berada dalam lingkungan proyek pembangunan kereta api ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) akan dipindahkan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin, mengatakan SUTET yang akan dipindahkan antara lain yang berada di Cawang dan Tol Cikunir KM 9 dan KM 14.

"Itu direlokasi. Ada yang di lahannya Jasa Marga, Kementerian PUPR, dan ada juga lahan yang privat. Kalau yang di lahan privat akan ada penggantian," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (5/2/2018).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan selain mengenai masalah relokasi SUTET, rapat koordinasi juga membahas masalah pembebasan lahan di Bekasi Timur dan Cibubur untuk proyek pembangunan sarana-prasarana kereta api ringan.

Ia menuturkan kepemilikan lahan terdampak proyek akan dipastikan agar pembebasan lahan bisa diselesaikan. Pembebasan lahan di Bekasi Timur untuk pembangunan depo, ia melanjutkan, juga akan terus dipercepat.

Sebagian lahan di Bekasi Timur yang akan dibebaskan, menurut dia, merupakan milik PT Adhi Karya yang menjadi kontraktor proyek.

"Tanah yang sudah asetnya Adhi Karya ini masih ada mekanisme penertiban karena digunakan oleh masyarakat. Kami meminta bantuan dari BPN untuk melaksanakan mediasi dan sosialisasi," katanya.

Sugihardjo menambahkan, pembebasan lahan menjadi masalah krusial yang diminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan segera diselesaikan. Pembebasan lahan, khususnya di Bekasi Timur, tidak boleh terlambat agar target pembangunan bisa tercapai.

"Pak Menko mendorong supaya proyek ini bisa tuntas Mei 2019," katanya. 

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan proses pembebasan lahan ditargetkan selesai Maret. "Hingga saat ini progres pembangunan mencapai 32 persen," katanya.

Proyek LRT Jabodebek nilainya Rp29,9 triliun. LRT itu ditargetkan beroperasi pada 2019 dengan operasi 140 kali perjalanan per hari pada hari kerja dan waktu antara rata-rata tiga sampai enam menit.

Warga yang akan menggunakan LRT bisa dapat naik dari 17 stasiun pemberhentian LRT di Jabodebek. Dengan tarif awal yang ditetapkan pemerintah Rp12.000, LRT diharapkan mendorong warga beralih dari kendaraan bermotor pribadi ke angkutan umum.

ANTARANEWS.COM/ Ade Irma Junida

Editor: Ahmad Sabran
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved