Minggu, 12 April 2026

Polisi Akan Olah TKP Besok Terkait Insiden Crane Jatuh

Dikatakan Supadi enam saksi dilakukan pemeriksaan diantaranya operator, pekerja, dan penanggung jawab.

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sebuah crane ambruk di lokasi pengerjaan proyek double-double track kereta api di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2/2018). 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Hingga saat Polsek Jatinegara telah memeriksa enam saksi terkiat insiden jatuhnya Launcher girder yang menimpa pegawa proyek hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Jatingera, Kompol Supadi. Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 05.00, Minggu (4/2). Ketika itu pemasangan terhadap bantalan Rel DDT Manggarai-Jatinegera tengah dilakukan.

Namun pemangsangan tersebut tidak berjalan mulus. Launcher girder yang tengah mengangkan bantalan tersebut terjatuh.

"Sudah enam saksi yang kita periksa, tapi pemeriksaan lanjutan dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Timur," kata Kompol Supadi, Minggu (4/2/2018).

Dikatakan Supadi enam saksi dilakukan pemeriksaan diantaranya operator, pekerja, dan penanggung jawab.

Namun sayang, penyebab insiden tersebut belum bisa dipastikan. Sebab olah TKP belum digelar.

Rencanannya olah TKP tersebut baru digelar, Senin (5/2).

"Sementara ini barang bukti yang kami amankan yaitu sepatu, helm, rompi dan KTP korban. Untuk material sendiri belum ada yang diamankan. Kami menunggu tim Labfor Forensik untuk melakukan pemeriksaan," katanya.

Sebelumnya Crane pembangunan double-double track (DDT) Manggarai-Jatinegara, di Jalan Matraman, Jakarta Timur, ambruk.

Sebanyak empat pegawai tewas dalam insiden tersebut. Mereka adalah Jaenudin, 44; Dani Prasetyo, 25, Jana Sutisna, 44, dan Joni Fitrianto, 34. Kini Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. (JOS)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved