Rustam, Setia Menarik Becak dan Memulung

Di sudut Pasar Gembrong Lama, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rustam (60) setia mengayuh becak dan menjadi pemulung.

Penulis: | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Hamdi Putra
Rustam yang setia bekerja menarik becak dan memulung di sekitar Pasar Gembrong Lama, Johar Baru, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, JOHAR BARU-Rustam (60), seorang tukang becak di Pasar Gembrong Lama, Johar Baru, Jakarta Pusat, juga bekerja sebagai pemulung.

Bapak empat anak itu, mengayuh becak setiap hari mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Ia dan belasan temannya, sesama tukang becak, mangkal di pertigaan BRI Pasar Gembrong Lama.

Selama tujuh jam, Rustam bisa mengantar sekitar 15 orang penumpang.

Sekali mengantarkan penumpang, ia mendapatkan bayaran senilai Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.

"Paling jauh ngantar penumpang ke stasiun kereta Pasar Senen, dibayar Rp10 ribu," kata Rustam kepada Warta Kota, Sabtu (03/02).

Setelah sampai di tujuan, ia sengaja mangkal di depan gerbang stasiun, menunggu calon penumpang lainnya.

Tak jarang Rustam kembali ke Pasar Gembrong Lama tanpa membawa penumpang.

"Sekarang kan banyak ojek online, masyarakat beralih ke angkutan tersebut," ujar Rustam.

Ketika pasar mulai sepi sekitar pukul 12.00 WIB, ia pun memilih pulang ke rumahnya di Gang Pirus, RT 08 RW 01, Galur, Jakarta Pusat.

Rumah kontrakannya yang berukuran 3X4 meter itu dihuni oleh enam orang anggota keluarga.

Setiap tahun, Rustam harus membayar uang sewa rumah senilai Rp5 juta.

"Tapi ini dua lantai, anak dan menantu tinggal di bawah. Sedangkan saya, istri dan anak yang masih bujangan tinggal di lantai atas," katanya.

Lokasi rumahnya yang hanya berjarak satu meter dari bibir Kali Sentiong, dimanfaatkan Rustam mencari botol plastik yang hanyut dibawa arus kali.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved