Kelurahan Pondok Labu Bikin Bank Sampah PPSU, Cara Ampuh Tingkatkan Semangat Kerja

Cara kreatif dilakukan oleh Lurah Pondok Labu, Siti Fauzia Ghozali untuk memacu semangat kerja para Petugas

Kelurahan Pondok Labu Bikin Bank Sampah PPSU, Cara Ampuh Tingkatkan Semangat Kerja
Warta Kota/Feryanto Hadi
Bank sampah di Kelurahan Pondok Labu. 

WARTA KOTA, CILANDAK -- Sebuah cara kreatif dilakukan oleh Lurah Pondok Labu, Siti Fauzia Ghozali untuk memacu semangat kerja para Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di wilayah itu yakni dengan membuat bank sampah di area kelurahan.

Sebanyak 86 anggota PPSU telah menjadi nasabah dari bank sampah itu dan mereka punya penghasilan tambahan berupa tabungan yang dikelola oleh pengurus bank sampah.

Siti Fauzia menyatakan, pembuatan bank sampah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. PPSU, menurutnya, bisa memilah sampah mana yang bisa didaurulang kembali dan tidak semua sampah dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Gunung Balong di kawasan kelurahan itu.

"Selain menumbuhkan semangat juga menjadi langkah efektif dalam masalah kebersihan karena PPSU juga memilah sampah mana yang dibuang ke TPS dan mana yang bisa ditabung di bank sampah," terang Siti Fauzia, Jumat (2/2/2018).

Ia menambahkan, adanya bank sampah tersebut juga bagian dari program kampung hijau yang digagas kelurahan itu.

Sebelumnya, Siti mengkampanyekan penerapan konsep urban farming yakni dengan memanfaatkan lahan-lahan non produktif untuk bertani atau bercocok tanam.

Selain itu, konsep penanaman hidroponik juga dilakukan untuk mendukung program kampung hijau tersebut.

"Penerapan urban farming sejak April 2017 lalu dan saat ini kami sudah sering melakukan panen," kata Siti.

Tanaman-tanaman itu, menurut Siti mendapat perawatan yang cukup baik sehingga menghasilkan hasil panen yang baik pula. Ketika mengajak wartawan ke salah satu lokasi urban farming di Taman Timah, ia menyebut hasil tanaman yang baik itu pula yang mendorong masyarakat mencari tahu bagaimana mengaplikasikan konsep penanaman seperti ini.

"Urban farming di taman-taman di lokasi terbuka itu sudah bisa jadi media kampanye buat masyarakat. Dengan melihat hasil tanaman yang berkualitas, warga jadi penasaran dan pengin coba tanam sendiri," terangnya.

Endah (32), seorang anggota PPSU sekaligus pengurus bank sampah di Kelurahan Pondok Labu mengungkapkan, puluhan anggota PPSU tergerak dalam menciptakan kampung hijau. Kini, para PPSU tidak hanya fokus pada tanggungjawab kebersihan maupun penopingan pohon, melainkan ikut mengkampanyekan urban farming ke lingkungan masyarakat.

"Kami bahkan datang pintu ke pintu untuk menjelaskan bagaimana urban farming. Kami juga mendorong masyarakat mulai menerapkan konsep ini," jelasnya.

Kendala yang dihadapi, kata Endah, sejauh ini masyarakat menganggap penerapan konsep urban farming sulit. Padahal, menurut Endah, jika mau mencoba, sebenarnya bercocok tanam di lahan terbatas justru mengasyikkan.

"Makanya kami juga lakukan pendampingan bagi masyarakat yang mungkin bingung karena belum pernah menanam tanaman. Sesuai instruksi bu lurah, yang kami tekankan dulu adalah semangat berubah masyarakat untuk membuat lingkungan bersih dan asri yang salah satunya bisa dicapai dengan urban farming," imbuhnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved