Sempat Dimatikan dan Kini Dilegalkan, Permintaan Tukang Becak Sangat Sederhana

Joni merespons baik rencana Pemprov DKI Jakarta untuk kembali melegalkan becak.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Murtopo
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kalangan tukang becak menantikan konsep becak listrik yang ditawarkan Pemprov DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, JOHAR BARU -- "Lumayan mas, sehari bisa narik 3 sampai 4 kali," ucap Joni saat ditanyai sambil duduk di becaknya di Pasar Gaplok, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (1/2).

Uang sebesar Rp 50.000 merupakan pendapatan terbesar yang bisa dibawa pulang olehnya dalam sehari.

Tarif minimum yang dipatoknya bersama pengemudi becak lain sebesar Rp 10.000.

Sejak Jakarta Dipimpin oleh Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk mengikuti aturan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, wilayah operasional Joni pun semakin terbatas.

"Paling narik di sekitar Jalan Baladewa, Tanah Tinggi 1 dan 2, Pasar Gembrong sama Pasar Gaplok. Sekitar situ saja," ungkapnya.

Terlebih lagi, ia bersama puluhan pengemudi becak lain harus menanggung risiko yang lebih tinggi apabila terjaring operasi penertiban oleh Satpol PP.

Becak-becak mereka ditahan tanpa bisa ditebus.

"Sekarang kalau dibawa ke Cawang (tempat penampungan barang-barang hasil tangkapan operasi), gak bisa diambil. Harga bikin becak kan mahal, Rp 700.000," kata Joni.

Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk beroperasi di jalan-jalan sempit untuk mengantarkan warga sekitar yang hendak pergi ke pasar. Peminatnya pun masih banyak.

"Banyak ibu-ibu yang naik kalau pagi, mereka pulang dari pasar bawa banyak belanjaan, kalau naik motor kan susah. Jadi milihnya becak," ungkapnya.

Namun, Joni pun harus bersaing dengan pengemudi becak yang lain di kawasan Tanah Tinggi.

Beruntung, pemilik becak hanya mewajibkan Joni untuk menyetorkan uang sebanyak Rp 5.000-10.000 per hari.

Joni merespons baik rencana Pemprov DKI Jakarta untuk kembali melegalkan becak.

Hal tersebut mengartikan dirinya tak perlu lagi was-was setiap mencari nafkah.

"Saya sih sederhana saja. Asalkan masih bisa nyari uang halal tanpa menyusahkan orang dan nyari makan dengan tenang tanpa harus ditertibkan sudah puas, sudah cukup bagi saya," ujar Joni. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved