Waspadai Rob yang Lebih Tinggi

Sebetulnya fenomena supermoon ini adalah fenomena biasa, di mana posisi bumi diapit oleh matahari dan bulan secara garis lurus.

Warta Kota

WARTA KOTA, PALMERAH - Super blue blood moon tidak hanya indah namun juga menimbulkan kondisi lain.

Ahli kelautan Dr Ing Widodo S Pranowo mengatakan, sebetulnya fenomena supermoon ini adalah fenomena biasa, di mana posisi bumi diapit oleh matahari dan bulan secara garis lurus.

Fenomena ini memberikan gaya gravitasi terhadap permukaan air laut. Tarik menarik permukaan air laut ini akan menyebabkan naiknya permukaan air laut.

Ketika terjadi bulan purnama juga terjadi naiknya permukaaan air laut. Namun saat supermoon, kenaikan permukaan laut menjadi lebih besar karena gaya gravitasi bulan lebih kuat.

"Walaupun tidak ada supermoon, permukaan air laut sudah pasang. Ketika supermoom, gaya tarik bulan lebih besar. Kekhawatiran terbesar adalah rob yang lebih tinggi," ujar Widodo yang dihubungi Warta Kota, Selasa (30/1).

Kenaikan rob ini lebih besar lagi terutama di pantai utara Pulau Jawa dan Jakarta, karena ada fenomena landsubsidence atau menurunnya muka tanah.

Adanya hujan juga akan menambah tingginya kenaikan rob. Hujan akan menambah volume air laut, sementara di laut terjadi pasang.

Terkait dengan ikan, Widodo mengaku dari riset yang ada, tidak ada hubungannya dengan gerhana.

Yang ada hubungannya adalah dengan terumbu karang.

Beberapa terumbu karang mengeluarkan telur pada saat bulan purnama.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved