Fenomena Alam

Pengunjung Bisa Pakai Teropong di Taman Fatahillah, UPK Kota Tua : Hanya Satu Menit

UPK Kota Tua menyediakan tiga teropong canggih guna para pengunjung melihat lebih jelas, fenomena super blue bood moon malam ini, Rabu (31/1/2018).

Pengunjung Bisa Pakai Teropong di Taman Fatahillah, UPK Kota Tua : Hanya Satu Menit
Kompas.com
Gabungan enam foto yang menunjukkan fase gerhana bulan yang terpantau di Buenos Aires, 15 April 2014. Gerhana bulan kali ini terbilang langka karena bulan berubah warna dari oranye ke merah darah. 

Laporan Wartawan Warta Kota Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, TAMANSARI - Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi Setio Husodo mengatakan, pihaknya saat ini menyediakan tiga unit teropong canggih, guna para pengunjung melihat lebih jelas, fenomena super blue bood moon malam ini, Rabu (31/1/2018), di Taman Fatahillah, Tamansari, Jakarta Barat.

Antisipasi antrean panjang para pengunjung di lokasi hanya diperbolehkan gunakan teropong dari Komunitas Astronomi tersebut hanya satu menit.

"Hanya satu menit, ini antisipasi nanti antrean panjang," kata Norvriadi.

Dikatakannya, salah satu teropong itu nantinya akan lamgsung tersanbung dengan layar lebar berukur 8x5 meter persegi di pelataran gedung Museum Fatahillah. Dikatakan Norviadi situasi dan kondisi malam nanti, diperkirakan bakalan membludak kedatangan pengunjung.

"Karena gratis, kemungkinan membludak. Lalu, karena pasti peminat ingin melihat fenomena itu melalui teropong, kami batasi per-teropong hanya 50-100 orang saja. Itu artinya 100 orang 100 menit," jelasnya.

Dikatakan Norviadi, dirinya berharap hujan tak mengguyur malam nanti sebab konsep nonton bareng (nobar) Super Blue Blood Moon, bentuk seperti lesehan.

"Semoga tidak hujan," singkat Norviadi.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved