Ciptakan ‘Tuyul’ Taksi Online, Tukang Servis Ponsel ini Rugikan Grab Car Rp 600 Juta

Akibat aksinya, perusahaan taksi online Grab Car rugi hingga Rp 600 juta dalam kurun waktu tiga bulan.

Warta Kota/Mohamad Yusuf
Para pelaku order tuyul atau order fiktif ditangtkap polisi. Mereka telah merugikan perusahaan taksi online Grab Car rugi hingga Rp 600 juta dalam kurun waktu tiga bulan. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- AA (23) terus menundukkan kepalanya saat masuk ke ruangan Mainhall, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Ketika itu ia mengenakan penutup kepala dan seragam tahanan warna oranye, celana coklat, serta sandal jepit biru. Ia pun menceritakan aksi kejahatannya dengan takut-takut.

AA merupakan otak yang menciptakan orderan fiktif taksi online atau yang kerap disebut orderan tuyul.

Akibat aksinya, perusahaan taksi online Grab Car rugi hingga Rp 600 juta dalam kurun waktu tiga bulan.

AA mengaku, awalnya hanya coba-coba melakukan root ponselnya untuk dijadikan orderan tuyul.

Ketika itu ia hanya bekerja sebagai tukang servis ponsel dan driver ojek online.

Modalnya hanya sebuah laptop untuk melakukan root ponsel tersebut.

“Tadinya saya cuma terima servis-servis software hp. Lalu saya belajar otodidak aja dari internet untuk root taksi online. Terus coba-coba di hp saya. Ternyata bisa. Saya coba langsung, karena saya sopir ojek online,” kata AA.

Setelah mempraktekkan pada aplikasinya, AA lalu memberitahukan kepada rekan-rekannya. Ternyata mereka tertarik untuk melakukan hal yang sama.

Halaman
123
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved