Waspadai Rob yang Lebih Tinggi di Saat Supermoon

Fenomena alam super blue blood moon atau gerhana bulan biru kemerahan tidak hanya indah, namun menimbulkan kondisi lain.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota
Sambut salat gerhana. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Fenomena alam super blue blood moon atau gerhana bulan biru kemerahan tidak hanya indah, namun juga menimbulkan kondisi lain

Ahli kelautan Dr Ing Widodo S Pranowo mengatakan sebetulnya fenomena supermoon ini adalah fenomena biasa, di mana posisi bumi diapit oleh matahari dan bulan secara garis lurus.

Fenomena ini memberikan gaya gravitasi terhadap permukaan air laut.

Tarik menarik permukaan air laut ini akan menyebabkan naiknya permukaan air laut.

Ketika terjadi bulan purnama juga terjadi naiknya permukaaan air laut. Namun saat supermoon kenaikan permukaan laut menjadi lebih besar karena gaya gravitasi bulan lebih kuat.

"Walaupun tidak ada supermoon, permukaan air laut sudah pasang. Ketika supermoom gaya tarik bulan lebih besar. Kekhawatiran terbesar adalah rob yang lebih tinggi," ujar Widodo yang dihubungi Warta Kota, Selasa (30/1/2018).

Kenaikan rob ini bertambah lebih besar terutama di pantai Utara Pulau Jawa dan Jakarta ada fenomena landsubsidench atau menurunnya muka tanah kebawah.

Adanya hujan juga akan menambah tingginya kenaikan rob. Hujan akan menambah volume air laut sementara di laut terjadi pasang.

Hujan terjadi karena musim hujan bukan karena fenomena supermoon. Kenaikan rob yang lebih tinggi terjadi bila terjadi siklon di laut lepas. Hal ini berdampak mendorong volume air laut lepas menuju ke pesisir. Kondisi-kondisi inilah yang membuat kenaikan muka laut menjadi lebih tinggi.

Terkait dengan ikan, Widodo mengaku dari riset yang ada tidak ada hubunganya. Ada hubungannya dengan terumbu karang. Beberapa terumbu karang mengeluarkan telur pada saat bulan purnama. Kalau telurnya terbawa arus menempel akan tumbuh menjadi terumbu karang baru.

Sementara Astronomi Prof Dr Harsono Soepardjo mengatakan fenomena supermoon akan menimbulkan gejala alam lain. Selain rob, bisa juga terjadi gempa terutama di beberapa daerah yang tepat terlintas khatulistiwa.

Namun, hal itu bukan hal yang pasti, hanya bisa saja terjadi kemungkinan tersebut.

Ia mengatakan fenomena ini merupakan hal yang biasa.

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan terjadinya ini. Justru masyarakat bisa menikmati keindahan yang dihasilkan bulan tersebut.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved