Breaking News:

Puluhan Tukang Becak di Pekojan Kini Resmi Kenakan Seragam

Puluhan tukang becak kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, kini kenakan seragam resmi yang diberikan langsung Lurah Pekojan

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, saat mengenakan seragam resmi kepada tukang becak di wilayahnya, Selasa (30/1). 

WARTA KOTA, TAMBORA -- Puluhan becak kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, kini kenakan seragam resmi yang diberikan langsung Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, Selasa (30/1).

Di lokasi, pemberian seragam tersebut, bertujuan mencegah adanya urbanisasi becak.

Pantauan Warta Kota, kaos putih yang saat ini resmi dijadikan seragam utama untuk puluhan tukang becak yang diberikan Tri saat itu, telah membuat para tukang becak sumringah.

Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, saat memberi pengarahan kepada sejumlah tukang becak di wilayahnya, Selasa (30/1).
Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, saat memberi pengarahan kepada sejumlah tukang becak di wilayahnya, Selasa (30/1). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Para tukang becak yang ditotal sebanyak 54 orang ini, awalnya didata pihak Kelurahan, kemudian diberikan kaos.

Tak hanya kaos, syal pun turut diberikan Tri ke sejumlah tukang becak usai pendataan itu. Tri memberikan kaos dan syal itu satu-persatu, ke para tukang becak.

"Nah kalau begini, kami jadi pede (percaya diri) pak narik becaknya," ujar salah seorang tukang becak ke Tri ketika diberikan kaos serta syal di kawasan Bandengan, Kelurahan Pekojan.

Saat mengenakan kaos dam syal, nampak ada gambar tugu Pekojan serta Ondel-ondel. Tidak hanya senang, beberapa tukang becak saat itu langsung bersalaman dengan Tri.

Salah seorang tukang becak, Asmadi (40), akui kini semakin tenang menarik becak. Berkat Tri memberikannya kaos dan syal, akui jika dirinya merupakan tukang becak asli dari Kawasan Pekojan.

"Kalau begini, kami para tukang becak tak lagi disebut tukang becak dari luar Jakarta. Sebab, jika mengenakan kaos ini pertanda saya telah terdata di Kelurahan dan boleh menarik becak, di Kawasan Pekojan," ujarnya.

Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, saat memberi pengarahan kepada sejumlah tukang becak di wilayahnya, Selasa (30/1).
Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, saat memberi pengarahan kepada sejumlah tukang becak di wilayahnya, Selasa (30/1). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Sementara, Hasyim yang selaku Ketua Serikat Becak Jakarta (Sebaja) mengatakan, pihaknya menolak adanya tukang becak yang datang ke Jakarta dari daerah-daerah luar Jakarta.

Selain itu, dengan diberikannya kaos dan syal saat ini menjadi penanda jika tukang becak itu adalah tukang becak yang sudah terdata di Kelurahan setempat.

"Pendapatan tukang becak di wilayah Pekojan itu per-harinya Rp 50 ribu. Kalau-kalau, tukang becak dari daerah datang ke Jakarta mengadu nasib, malah mengancam pendapatan tukang-tukang becak di sini. Maka dari itu, pemberian kaos dan syal ini sebagai penanda, kalau para tukang becak di Kelurahan Pekojan itu, adalah tukang becak bukan dari luar Jakarta," katanya di lokasi.

Sementara Tri, mengatakan pendataan tukang becak di Kawasan Pekojan, sebanyak 54 orang dan langsung diberikan kaos dan syal. Tri, akui pemberian kaos dan syal ini mencegah sedini mungkin adanya urbanisasi tukang becak.

"Tujuannya mengantisipasi urbanisasi tukang-tukang becak dari luar Jakarta. Jikalau datang ke Jakarta, langsung dipulangkan. Sebab, bisa mengancam pendapatan para tukang becak di sini. Selain kaos dan syal, kami barusan sudah memberikan sosialisasi dimana tukang becak, hanya jalur-jalur tertentu saja yang bisa untuk dilintasi," kata Tri. (BAS)

Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, saat memberi pengarahan kepada sejumlah tukang becak di wilayahnya, Selasa (30/1).
Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, saat memberi pengarahan kepada sejumlah tukang becak di wilayahnya, Selasa (30/1). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved