VIDEO: Eksekusi Lahan di Pulogadung Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

"Saya menjalankan penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur sesuai dengan putusan Mahkamah Agung," kata Sumarni

WARTA KOTA, JAKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan mengeksekusi lahan seluas 8.740 meter persegi di Jalan Pemuda RT 001/14 Pulogadung Jakarta Timur.

Pantauan Wartakotalive.com ratusan personil polri, TNI, Dishub dan Satpol PP nampak memadati sekitar Jalan Pemuda, Pulogadung Jakarta Timur.

Sementara itu PN Jakarta Timur dan pemilik lahan masih bernegosiasi atas rencana eksekusi yang akan dilakukan pada hari ini.

Mereka yang menolak karena isi putusan eksekusi tidak sesuai dengan lokasi yang akan tereksekusi. Dimana lahan tersebut berada di RW 14, sedangkan Juru Sita PN Jaktim menyebutkan bahwa lahan yang akan dieksekusi berada di RW 02.

Atas hal tersebutlah warga menolak untuk dilakukan eksekusi hingga akhirnya terjadi kericuhan hingga membuat polisi mengeluarkan tembakan gas air mata.

Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra langsung mencoba berdialog dengan para hak waris dan untuk segera mengosongkan lahan tersebut kurang dari jam 12 siang.

Atas kesepakapan tersebut mereka akan mengosongkan lahan disekitar area tersebut dengan syarat harus dilakukan pengukuran ulang atas lahan yang akan dieksekusi. Pasalnya lahan yang akan di eksekusi hanya kurang lebih 4000 meter persegi sementara luas seluruhnya 8000 meter persegi.

Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Sumarni mengatakan eksekusi ini berdasarkan penetapan PN Jakarta Timur Nomor 23/2015 Eks Jo. No. 455/Pdt.G/2011/PN JakartaTimur, tanggal 20 Nopember 2015.

"Saya menjalankan penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur sesuai dengan putusan Mahkamah Agung," kata Sumarni, Senin (29/1/2018).

Selain itu PT Darma mulia berhasil memenangkan gugatan sehingga mengajukan permohon sebidang tanah miliknya.

Sedangkan penolakan terjadi karena adanya isi surat yang menyatakan lahan tersebut berada di RW 02, sehingga berbeda dengan lahan yang akan di eksekusi yang berada di RW 14.Untuk itu pihak PN Jakarta Timur akan melakukan pengukuran ulang dari eksekusi lahan yang dimaksud bersama dengan BPN.

"Pengukuran setelah kosong setelah eksekusi, penolakan silahkan saja ke jalur hukum," katanya.

Sementara itu Ade Erfimanurung selaku kuasa hukum Mion Bin Siman pemilik tanah mengatakan pengadilan 

menetapkan pembatalan saudara yahya berdasarkan surat sita eksekusi ditanda tangani oleh juru sita disaksikan oleh sekretaris lurah, namun dia tidak pernah mendatangi sita eksekusi sebagai saksi.

"Jadi artinya tanda tangan tersebut dipalsukan. Ini jelas Letaknya berbeda, luasnya pemliknya berbeda giriknya berbeda tapi kenapa dipaksakan dilakukan eksekusi yang seharusnya bukan tempatnya," katanya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved