Jumat, 10 April 2026

Sopir Angkot Tanah Abang Diminta Pantau Trayek Liar

Dishub DKI meminta para sopir angkot di sekitar Tanah Abang ikut memantau angkot dengan trayek liar.

Penulis: Rangga Baskoro |
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah (kiri). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG-Ditutupnya ruas Jalan Jatibaru Raya menyebabkan sopir angkot menjerit lantaran penghasilannya menurun.

Dampaknya, pada Senim (22/1) minggu lalu, mereka menuntut 3 hal kepada Pemprov DKI Jakarta di depan Balai Kota.

"Pertama terkait SOP penindakan. Sekarang lagi digarap nih, tim dari sopir, dishub dan operator. Ini akan membentuk SOP yang nantinya jadi pegangan anggota kami dengan sopir, sehingga tahu nih kesalahannya dimana dan tindakannya apa. Jadi gak ada lagi kesan mencari-cari kesalahan," kata Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat dikonfirmasi, Minggu (28/1/2018).

Kedua, mereka meminta agar Dishub mencari solusi terkait terlalu banyaknya armada angkot yang beroperasi di Tanah Abang.

Dalam hal ini Dishub menawarkan sistem ganjil genap kepada mereka. Namun, para sopir belum bersepakat.

"Ketiga terkait izin, disinyalir izin yang dikeluarkan tidak sesuai dengan armada yang beroperasi. Nah ini sama-sama nih, kan bukan hanya kepentingan mereka saja, kepentingan saya juga untuk melakukan penertiban. Ini juga sedang kami bikin tim," ujarnya.

Terkait hal itu, Andri mengajak para sopir untuk melakukan supervisi terhadap angkot-angkot liar yang beroperasi di Tanah Abang.

"Kedepannya, yang melakukan pengawasan dan penindakan tidak hanya petugas Dishub, tapi juga para sopir. Ini lah namanya social control, meskipun penindakannya juga tetap petugas kami yang melakukannya," ucap Andri.

Finalisasi kesepakatan akan dilakukan pada Senin (29/1) esok hari. Pihaknya akan kembali menemui perwakilan para sopir guna membahas 3 tuntutan tersebut.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved