Fenomena Alam

Supermoon Merah, Rob Pada di Akhir Januari Terjang Utara Jakarta

Pihak dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau warga Jakarta agar mewaspadai supermoon merah di akhir Januari 2018.

Supermoon Merah, Rob Pada di Akhir Januari Terjang Utara Jakarta
antaranews.com
Supermoon tampak di langit Kairo, Mesir, Selasa (15/10/2016) 

Laporan Wartawan Warta Kota Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, PALMERAH - Pihak dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jakarta agar mewaspadai supermoon merah di akhir Januari 2018 nanti.

Banjir rob, akan terjadi pada purnama perigee (bulan purnama penuh) disekitar wilayah Utara Jakarta.

Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary Tirto Djatmiko mengatakan, diperkirakan Supermoon terjadi tanggal 30-31 Januari 2018.

Saat itu, itu jarak bumi dan bulan hanya 358.993 kilometer dengan gerhana bulan total dengan warna merah.

"Kita mengingatkan agar mewaspadai ancam rob yang terjadi di pinggir pantai, khususnya jakarta," papar Hary Tirto Djatmiko pada Jumat (26/1/2018).

Berbeda dengan supermoon sebelumnya, Hary mengatakan, supermoon kali ini lebih besar 14 persen dan jauh lebih terang sekitar 30 persen, dari ukuran biasa atau apogee (Bulan di dekat titik terjauhnya dari bumi).

Selain itu, purnama perigee kali ini menjadi supermoon penuh dari tiga rangkaian supermoon ini yang berdekatan sebelumnya.

Hary Tirto Djatmiko mengatakan, dampak fenomena Supermoon yang terjadi di di penghujung Januari 2018 mendatang, antara lain masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai diimbau waspada dan siaga terhadap peningkatan pasang air laut maksimum.

"Maka hal itu, dapat mengakibatkan terjadi banjir rob. Kondisi tersebut diprediksikanterjadi antara 28 Januari - 3 Februari 2018. Di Kawasan Tanjung Priok bakal terjadi di rob di prediksi siang hari," kata Hary Tirto Djatmiko.

Sementara untuk di luar Jakarta, rob juga akan diprediksi terjadi di wilayah Pontianak yang tak jauh beda dengan Singapura.

Hary Tirto Djatmiko mengatakan, rob di dua tempat itu diprediksi sekitar empat lima harian, lantaran karakternya frekuensi itu rendah.

Biasanya, kawasan dengan tipikal dengan low frekuensi ini, air pasang jauh lebih tinggi daripada pantai yang berkarakteran high frekuensi. Mungkin dapat selisih dua meteran.

"Lalu, selain pada daratan, intensitas tinggi juga terjadi aliran sungai dekat pesisir Jakarta. Jadi kondisi ini memperburuk rob. Karena aliran air dan sungai menuju laut tertahan pasang laut," kata Hary Tirto Djatmiko.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved