Sejumlah 47 Pedagang Pasar Bebek Marunda Direlokasi

Sebanyak 47 pedagang di Pasar Bebek Marunda di Jalan Marunda Makmur akhirnya direlokasi ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Rorotan.

Sejumlah 47 Pedagang Pasar Bebek Marunda Direlokasi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Proses relokasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Para pedagang langsung dipindahin ke RPHU Rorotan dengan menggunakan truk-truk yang disediakan. Total ada sekitar tujuh truk yang disiapkan. 

WARTA KOTA, CILINCING -- Sebanyak 47 pedagang di Pasar Bebek Marunda di Jalan Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, akhirnya direlokasi ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (26/1/2018).

Korlap Satpol PP Kecamatan Cilincing Amin Oesman mengatakan untuk membantu proses relokasi, pihaknya mengerahkan sekitar 120 orang petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, PPSU, Dishub, dan lain-lain.

“Proses relokasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Para pedagang langsung dipindahin ke RPHU Rorotan dengan menggunakan truk-truk yang disediakan. Total ada sekitar tujuh truk yang kita siapkan,” ungkap Amin, Jumat (26/1/2018).

Ia menambahkan proses relokasi para pedagang berjalan lancar karena sudah dilakukan sosialisasi terlebih dahulu oleh Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Nantinya lokasi lama tempat usaha mereka nantinya akan dijadikan lahan hijau.

“Sejak pagi tadi mereka dengan sukarela sudah memindahkan barangnya. ga ada kendala, kondusif. Kita akan terus bantu hingga proses pembersihan,” katanya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Peternakan (KPKP), Sri Hartati mengatakan, pengoperasian RPHU merupakan hasil kesepakatan bersama pelaku usaha.

“Kita sepakati waktu tiga hari pelaku usaha untuk bersih-bersih di lokasi lama. Mulai Senin (29/1) mereka semua sudah harus masuk ke sini,” katanya.

RPHU Rorotan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti mushola, tempat penampungan, kantin, hingga tempat pemotongan unggas yang manual dan semi otomatis. Khusus mengenai air limbah, akan ditangani mobil limbah Dinas Lingkungan Hidup.

“Tapi itu sementara karena pada tahun ini Dinas KPKP akan melengkapi RPHU Rorotan dengan mesin pengolah air limbah. Kami berharap tempat pemotongan di permukiman tidak ada lagi karena mereka memiliki kesadaran lebih baik,” ucapnya.

Salah seorang pedagang, Abdulrahman (50) menyambut baik proses relokasi tersebut. Pasalnya tempat yang ada sekarang, jauh lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Hanya saja ia tidak memungkiri ada proses yang harus dijalani.

“Selama ini orang tahunya Pasar Bebek Marunda, jadi kalau untuk awal-awal pasti ada pengaruh (penghasilan). Semoga saja di tempat baru, bisa lebih ramai dari yang ada kemarin,” tutur pria yang sudah 10 tahun berdagang entok itu.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved