Penjual Susu Jahe Cabuli Anak Kandungnya yang Baru Berumur Tiga Tahun

Tedy Wahyudi ditangkap jajaran Polrestro Jakarta Selatan, setelah dilaporkan pasangan kumpul kebonya.

Penjual Susu Jahe Cabuli Anak Kandungnya yang Baru Berumur Tiga Tahun
Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Tedy Wahyudi ditangkap jajaran Polrestro Jakarta Selatan, setelah dilaporkan pasangan kumpul kebonya. Tedy diduga telah mencabuli anak kandungnya yang masih berusia tiga tahun.

Peristiwa itu bermula saat pelaku yang tak memiliki ikatan pernikahan dengan kekasihnya, tinggal di satu rumah kontrakan di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Yudi yang sudah beberapa bulan tidak mendapatkan layanan seksual dari pasangannya, tidak tahan saat memandikan anak kandungnya yang masih balita itu.

Baca: Arief Wismansyah dan Ahmed Zaki Dinilai Bakal Menang Mudah di Pilkada Tangerang

Saat itu pelaku yang merasa ketagihan terus melakukan perbuatan keji kepada korban secara berulang. Sesekali, pelaku melakukan di kamar setiap kali sang pacar tak ada.

Suatu ketika, aksi pelaku tersebut diketahui oleh kekasihnya. Kecurigaan tersebut terjadi saat pelaku lama membuka pintu kamar.

"Saat itu pelaku lama buka pintunya, udah digedor-gedor oleh istrinya. Mungkin emang lagi digituin," ungkap Kanit PPA Polrestro Jaksel AKP Nunu, Jumat (26/1/2018).

Baca: Pakai Dana Operasional untuk Berkantor di Kepulauan Seribu, Sandiaga Uno: Kami Kan Hemat Orangnya

Kecurigaan tersebut terbukti saat korban bercerita kepada ibunya tentang rasa sakit yang dirasakanya pada bagian kemaluan.

"Pas gitu ibunya cerita-cerita ke saudara-saudaranya, tapi enggak mau lapor ke polisi. Tapi ada bukdenya yang dokter langsung melaporkan kejadian itu," jelas Nunu.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku hanya melakukan satu kali. Namun, hal tersebut masih dalam pemeriksaan, lantaran melihat hasil visum yang tak wajar.

Baca: Kunjungi Korban Puting Beliung, Menantu Ratu Atut Janji Perbaiki Rumah Nenek Ini

"Sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku terkait psikologisnya. Ini menurut pengakuan sekali. Jadi kemarin ketika pihak PPA melakukan interogasi korban, tidak bisa, jadi butuh psikolog menggali info dari korban," tuturnya

Yudi mengaku khilaf dan tak mengerti nafsunya bisa menggebu melihat anak kandungnya.

"Anak cuma satu. Saya khilaf, saya mau gedein anak aja. Enggak tahu, tahu-tahu timbul birahi aja," beber Yudi yang bekerja sebagai penjual susu jahe di bilangan Menteng Atas, Jakarta Selatan. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved