Bandara Kulonprogo Bakal Tahan Gempa Hingga Skala 8,8 SR

Pemerintah sedang menyiapkan pembangunan bandara baru di kawasan Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bandara Kulonprogo Bakal Tahan Gempa Hingga Skala 8,8 SR
TRIBUNNEWS/APFIA TIOCONNY BILLY
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono nge-jam di acara Projo, di Ballroom Kuningan City, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2018) malam. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Pemerintah sedang menyiapkan pembangunan bandara baru di kawasan Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bandara yang diharapkan dapat mengurangi penumpukan di Bandara Adisutjipto ini, bakal mempunyai infrastruktur yang siap menghadapi gempa maupun tsunami sampai level 8,8 skala Richter (SR).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan, pihaknya bekerja sama dengan Angkasa Pura I sebagai operator, serta Badan Metereologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG) hingga para ahli.

Baca: Daripada Ajak Anak ke Mal, Lebih Baik ke Museum Layang-layang

"Kemenhub melalui Dirjen Udara mengundang BMKG, ITB, UGM untuk diskusi dalam rangka membuat atau menjadikan Kulonprogo aman dari gempa tsunami 8,8 SR," ujar Budi Karya saat ditemui di Gedung BMKG, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2018).

Budi mengungkapkan, Kulanprogo bakal menjadi bandara pertama di Indonesia yang bangunannya dibuat untuk mengantisipasi gempa 8,8 SR.

Pusat listrik yang biasanya di lantai satu, akan diletakkan di lantai dua, sehingga saat ada gempa dan orang berlindung di lantai pertama, tidak perlu takut terkena korsleting listrik.

Baca: Gara-gara Novanto, Pengamat Hukum Bergaya Nyentrik Ini Mengaku Mendadak Terkenal

"Karena kita sudah memperhitungkan dengan skala 8,8 SR yang belum pernah terjadi Jawa, kita siapkan bangunan, siapkan mitigasi yang dilakukan, misalnya listrik tidak boleh di lantai 1, tapi di lantai 2," papar Budi Karya.

Budi menyebutkan, upaya ini juga sebagai bentuk pemanfaatan teknologi, dan memberikan rasa aman bagi para pengunjung bandara.

"Hal seperti ini yang kita siapkan lebih awal. Masyarakat kita itu menganggap bencana itu hukuman, padahal kita bisa mengurangi bencana-bencana itu," cetus Budi Karya. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved