Meski Medioker, PKB dan Partai Demokrat Bakal Pengaruhi Capres dan Cawapres 2019

PKB dan Partai Demokrat diprediksi bersaing di papan tengah perolehan suara di Pemilihan Umum 2019.

Meski Medioker, PKB dan Partai Demokrat Bakal Pengaruhi Capres dan Cawapres 2019
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjukan bukunya saat peluncuran di DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat diprediksi bersaing di papan tengah perolehan suara di Pemilihan Umum 2019.

Perolehan suara masih bergantung dari sosok yang bergabung di partai tersebut. Tokoh Nahdlatul Ulama, Muhaimin Iskandar, masih menjabat Ketua Umum PKB. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono menempati posisi Ketua Umum Partai Demokrat, juga bernaung Agus Harimurti Yudhoyono.

Berkaca dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), PKB mencatat 6,0 persen. Sedangkan Partai Demokrat mencapai 6,2 persen.

Baca: AHY Bikin Partai Demokrat Punya Posisi Tawar Baru di 2019

Meskipun menempati posisi tengah, kedua partai itu diprediksi akan berpengaruh dalam proses pengusungan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden.

"PKB dan Demokrat. Satu (Partai Demokrat pernah menjadi partai besar. PKB menjadi papan tengah, karena menggaet figur besar. Demokrat 6,2 persen, PKB 6,0 persen. Bisa jadi partai penentu salah satu partai penopang tiga besar," tutur Rully Akbar, peneliti LSI, kepada wartawan, Rabu (24/1/2018).

Dia menjelaskan, PKB diuntungkan karena isu terkait Agama Islam. Hal ini karena basis pemilih partai itu dari Nahdlatul Ulama. Dia menilai, isu Agama Islam sangat seksi.

Baca: Tak Cuma Dilatih, Peserta OK OCE Juga Bakal Dibantu Dapatkan Modal Usaha dari Bank DKI

Menurut dia, Partai Demokrat juga bisa mengungguli PKB apabila mampu memainkan isu lainnya. Faktor penentu berada di sosok yang berada di partai tersebut.

"Cak Imin dan AHY, mereka bersaing sebagai penopang elektabilitas. Demokrat tidak mengedepankan SBY, tetapi sekarang AHY. PKB menggunakan Muhaimin sebagai faktor pendongkrak elektabilitas. Demokrat ini menjadi partai penentu di akhir," ulasnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved