Breaking News:

KLB Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Fahri Hamzah: Ini Tragedi Pengelolaan Negara

Fahri juga tidak setuju dengan kebijakan Presiden Joko Widodo merelokasi warga di Asmat yang terdampak campak dan gizi buruk.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Presiden Jokowi memanggil Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat Elisa Kambu dan Bupati Nduga Yairus Gwijangge ke Istana Bogor, Selasa (23/1/2018). Pemanggilan ini dilakukan untuk membahas wabah penyakit yang sudah menewaskan puluhan balita di Asmat. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Kejadian Luar Biasa campak dan gizi‎ buruk di Asmat, Papua, merupakan tragedi pengelolaan negara. Menurut Fahri, lebih dari 60 anak meninggal dunia karena kejadian tersebut.

‎"Kasus Papua ini tragedi pengurusan negara. Saya membaca berita internasional sangat keras mengatakan bahwa yang meninggal itu sudah hampir 100. kalau betul itu terjadi di suatu tempat, ini tragedi pengelolaan negara, tragedi pengurusan pemerintah‎," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Menurut Fahri, KLB tidak ujuk-ujuk terjadi. Kata dia, KLB campak dan gizi buruk merupakan akumulasi dari kegagalan pengelolaan negara. Oleh karenanya, ‎negara, kata Fahri, harus segera hadir untuk menanggulangi masalah KLB tersebut, sehingga korban tidak terus bertambah.

Baca: Lebih dari 10 Ribu Anak di Asmat Papua Alami Gizi Buruk, Ini Penyebabnya Menurut Kapolda Papua

‎"Orang Papua punya tradisi mengelola makanannya dan gizi yang tak pernah ada masalah, tapi sekarang ini ada mekanisme yang salah, misal memaksakan beras," katanya.

Fahri juga tidak setuju dengan kebijakan Presiden Joko Widodo merelokasi warga di Asmat yang terdampak campak dan gizi buruk. Sebaiknya, penanggulangan dilakukan di tempat tersebut, dan dilakukan dengan cara sesuai tradisi mereka.

‎"Tidak bisa begitu (relokasi), nanti orang curiga ada apa? Jangan-jangan orang bilang ada emas, begitu, kan nanti kecurigaan orang. Jangan, on the spot. Sudahlah, masyarakat itu punya cara untuk hidup, keluar dari problem-problem laten. Orang Asmat itu sudah berabad dengan kebiasaan hidup dan polanya yang rutin," paparnya.

Baca: Ini Tiga Langkah Jokowi Atasi Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua

Sebelumnya‎ dilaporkan, lebih dari 60 anak meninggal dunia di Asmat Papua, akibat campak dan gizi buruk sejak September 2017 lalu.

Hingga kini, pasien yang diduga mengalami gizi buruk terus berdatangan ke rumah sakit di Papua. Pemerintah telah mengirimkan bantuan berupa logisitik maupun tenaga medis ke Papua, untuk menanggulangi permasalah tersebut. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved