180 Becak di Pejagalan Didata dan Ditempeli Stiker

Mereka diberitahu agar ketika beroperasi, tidak sampai ke jalan besar dan hanya berada di sekitar permukiman warga.

180 Becak di Pejagalan Didata dan Ditempeli Stiker
Warta Kota/Henry Lopulalan
Aktivitas becak masih berlangsung di Kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (15 /1/2018). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Sebanyak 180 becak di wilayah Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara didata dan ditempeli stiker oleh petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara.

Pendataan terkait rencana Pemprov DKI Jakarta melegalkan operasional becak.

Lurah Pejagalan, Yogara Fernandes mengatakan kegiatan yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan tindak lanjut rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghidupkan kembali becak di ibukota.

Sejumlah becak di wilayah Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara didata dan ditempeli stiker, Kamis (25/1).
Sejumlah becak di wilayah Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara didata dan ditempeli stiker, Kamis (25/1). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

“Hari ini ada 180 becak yang didata dan ditempeli stiker. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatur operasional becak yang ada di wilayah Pejagalan,” kata Yogara, Kamis (25/1).

Menurut Yogara, jumlah itu baru mencapai angka 95 persen dari total becak yang biasa beroperasi di wilayah Pejagalan.

Dalam waktu dekat diharapkan seluruh becak yang ada tersebut sudah terdata.

Selain pendataan, pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap para tukang becak.

Mereka diberitahu agar ketika beroperasi, tidak sampai ke jalan besar dan hanya berada di sekitar permukiman warga.

“Pengaturan ini dilakukan sambil menunggu aturan yang sekarang ini sedang dimatangkan di tingkat provinsi,” katanya.

Yogara menambahkan keberadaan becak selama ini memang nyata dan dibutuhkan sebagian warga yang kebanyakan kaum ibu.

Mereka biasa menggunakan becak dari pasar untuk mengangkut barang belanjaannya ke rumah.

Salah seorang tukang becak, Udin (46) mengaku senang dengan adanya rencana melegalkan becak beroperasi di Jakarta.

Sehingga dengan demikian dirinya tidak perlu lagi kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP.

“Alhamdulillah dengan adanya pendataan seperti ini, kita jadi nggak perlu takut lagi kalau beroperasi. Kita juga tahu diri lah, nggak mungkin becak ke jalan-jalan besar. Palingan juga dari pasar ke rumah-rumah warga,” ungkapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved