Pengadegan Diharapkan Jadi Percontohan Aplikasi Kampung Hidroponik

Pengadengan diharapkan tumbuh menjadi percontohan pengembangan tanaman hidroponik berbasis lingkungan.

Pengadegan Diharapkan Jadi Percontohan Aplikasi Kampung Hidroponik
warta kota/Feryanto Hadi
Kampung hidroponik di Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, PANCORAN-Camat Pancoran Herri Gunara mengapresiasi kelompakan warga Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan yang bahu-membahu menghijaukan perkampungan dengan budidaya tanaman hodroponik.

"Konsep kampung hidroponik merupakan inovasi kerja terhadap peran aktif masyarakat di Kelurahan Pengadegan dan sekaligus pemberdayaan masyarakat dan bentuk keperdulian untuk menghijaukan lingkungan dan gang," kata Herri, Rabu (24/1/2018).

Dari enam kelurahan yang ada di Kecamatan Pancoran, Pengadegan kata Herri menjadi pelopor bagi kelurahan lainnya untuk mengaplikasikan konsep penghijauan kampung.

"Saya harapkan ini menjadi pilot percontohan agar kelurahan lainnya ikut bersemangat menghijaukan kampungnya sesuai dengan motto kerja Kecamatan Pancoran yakni Unggul dan terdepan. Unggul dalam karya nyata dan Terdepan dalam inovasi kerja," imbuhnya.

Konsep Kampung Hidroponik di Pengadegan sudah berjalan sejak empat bulan lalu. Kini, di setiap titik perkampungan, didapati pemandangan pipa-pipa paralon yang digunakan masyarakat menanan sejumlah tanaman.

Lurah Pengadegan, Mursyid bilang, banyak terjadi perubahan sosial sejak ia mengkampanyekan Kampung Hidroponik.

Warga kini makin perduli dengan kebersihan lingkungan. Sejumlah jalan dilukis dengan ragam karakter unik.

Begitu juga tembok-tembok perkampungan yang dahulunya kusam, kini dicat dan digambari dengan berbagai macam karakter bertema edukasi.

Bahkan, warga yang sebelumnya memiliki pekarangan kumuh kini sudah memenuhi pekarangannya dengan aneka tanaman serta menyediakan tempat sampah masing-masing.

Yang unik, seperti yang tampak di sejumlah titik, terdapat sebuah tempat yang dinamakan Pos Pemantauan Tanaman Hidroponik.

“Yang jaga pos itu ya warga. Jadi, tidak ada yang berani merusak tanaman atau mengotori kawasan,” terangnya.

Mursid menambahkan, setelah Program Kampung Hidroponik berhasil, maka Kelurahan Pengadegan akan beralih ke Kampung Warna Warni.

"Namun Kampung Warna Warni yang ada di Pengadegan, bukan Kampung Warna Warni seperti biasanya. Kampung Warna Warni ini sifatnya edukatif, ada gambar binatang, bunga, jadi buat ajang pembelajaran juga," tuturnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved