Breaking News:

Ini Tiga Langkah Jokowi Atasi Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua

Adat tradisi dan masalah hak ulayat, kata Jokowi, membuat pemerintah tidak dapat melakukan relokasi dalam kelompok besar.

Editor: Yaspen Martinus
JURU FOTO KEPRESIDENAN/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo berjalan-jalan di sekitar di Pantai Nemberala, Pulau Rote, NTT, Selasa (9/1/2018) pagi. 

WARTA KOTA, MAKASAR - Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tiga langkah dalam menangani wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua.

Menurut Jokowi, pemerintah telah mengirimkan tim Kementerian Kesehatan bersama TNI dan Polri, untuk melakukan bantuan dan menerjunkan tim kesehatan, karena sulit dijangkau, terlebih wilayahnya di hutan belantara.

"Antara kota dan distrik-distrik ini jauh. Kemudian di distrik itu kampung-kampung juga tersebar, ada 30 KK (kartu keluarga), ada 40 KK tersebar, dan kemudian mereka mempunyai budaya, mempunyai adat tradisi, memiliki hak ulayat,"‎ tutur Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Baca: KLB Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Fadli Zon: Jangan Terlalu Banyak Infrastruktur

Adat tradisi dan masalah hak ulayat, kata Jokowi, membuat pemerintah tidak dapat melakukan relokasi dalam kelompok besar. Hal tersebut diungkapkan tiga kepala daerah, yaitu Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat Elisa Kambu, dan Wakil Bupati (Wabup) Nduga Wentius Nimiangge.

"‎Untuk menyelesaikan ini, yang pertama adalah infrastruktur (membuka akses) harus segera dirampungkan, agar yang terisolasi ini bisa terbuka," ujar Jokowi.

Jika akses sudah terbuka, tahap selanjutnya membangun pertanian di wilayah-wilayah tersebut, untuk mengatasi persoalan pangan dan menahan masyarakat di sana untuk berpindah-pindah tempat tinggal.

Baca: Jokowi Bakal Touring Pakai Chopperland ‎di Jalan Trans Papua Atau Kalimantan

"‎Jadi tadi malam (pertemuan dengan kepala daerah) setuju harus ada pertanian, sehingga mereka bisa menetap, kalau sudah menetap ini gampang," kata Jokowi.

Kemudian tahapan ketiga yang merupakan penanganan jangka pendek, memberikan vaksinasi kepada masyarakat di Kabupaten Asmat. Namun hal ini juga tidak mudah, karena akses dokter menuju lokasi cukup sulit, dan ada warga yang tidak mau diberikan vaksinasi.

"‎Sehingga pendekatan-pendekatan sudah dilakukan bupati, gubernur. Mengenai anggaran kesehatan di sana juga sudah cukup besar, 10 persen, tapi memang untuk mengimplementasikan di lapangan tidak semudah yang kita bayangkan," papar Jokowi. (Seno Tri Sulistiyono)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved