Sudah Kantongi Hak Cipta, Kota Bekasi Belum Terapkan Batik Khas Daerah

"Kalau motif batik sudah ditentukan, nanti semua pegawai harus memakai seragam batik khas Kota Bekasi.."

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
SALAH seorang warga sedang melihat koleksi batik khas Kota Bekasi yang dipamerkan di lantai dasar Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (23/1/2018) siang. Pemerintah Kota Bekasi sedang menyeleksi 10 motif pebatik untuk diterapkan di kalangan aparatur sipil negara (ASN). 

WARTA KOTA, BEKASI --- Meski telah mengantongi hak cipta batik khas daerah, namun Kota Bekasi belum menerapkan pengggunaan batik di hari kerja. Alasannya, pemerintah daerah baru akan menyeleksi motif dari 10 pebatik untuk diterapkan ke aparatur sipil negara (ASN).

“Kita baru mengumpulkan 10 pebatik dulu, nanti hasil karya mereka akan kita laporkan ke pimpinan (kepala daerah) supaya diimplementasikan ke pemerintahan,” kata Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Titin. S, Selasa (23/1/2018).

Titin menilai, harusnya Kota Bekasi sudah menerapkan penggunaan seragam batik di kalangan ASN. Apalagi Kota Bekasi telah mengantongi hak cipta dari Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sejak 2016 lalu.

“Ada 12 motif dasar batik yang menjadi khas daerah misalnya, bentuk rumah adat, tanaman kecapi, ikan gabus, bambu runcing, dan sebagainya,” ujar Titin.

MOTIF Batik Kota Bekasi
MOTIF Batik Kota Bekasi (Istimewa)

Menurut dia, secepatnya motif batik bakal diajukan ke kepala daerah. Motif batik yang dipilih, katanya, yang memenuhi unsur estetika bagi penggunanya.

“Bentuk badan dan warna kulit pegawai kan berbeda-beda, nanti akan dipilih motif yang memenuhi unsur esetetika saat dikenakan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Makbullah menambahkan, akibat motif batik belum ditentukan maka ASN masih menggunakan batik dari berbagai daerah. Penggunaan batik ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2016 tentang pakaian dinas PNS.

Aturan itu menyebutkan, pegawai harus menggunakan seragam batik di hari Kamis.

"Kalau motif batik sudah ditentukan, nanti semua pegawai harus memakai seragam batik khas Kota Bekasi," kata Makbullah.

Selain di kalangan ASN, kata dia, penerapan batik khas daerah juga akan dilakukan di setiap sekolah dari tingkat dasar hingga menengah pertama. Tujuannya supaya masyarakat tahu kebudayaan khususnya batik khas Kota Bekasi. "Selain mengedukasi masyarakat, penggunaan batik juga bisa melestarikan produk anak bangsa yang diakui dunia," ujarnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menargetkan implementasi penggunaan batik di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi akan diterapkan tahun 2018 ini. Menurut dia, penerapan batik bukan hanya di lingkungan pemerintahan tapi juga sekolah-sekolah.

"Aparatur harus mengenakan batik khas daerah, karena itu salah satu wujud kebanggaan terhadap produk warga Kota Bekasi," katanya. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved