Minggu, 19 April 2026

Agatha Chelsea: Jadi Jurnalis Ternyata Susah

Setelah mendalami perannya sebagai jurnalis, ia baru memahami begitu beratnnya menjadi pewarta berita untuk mendapatkan informaasi.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Fred Mahatma TIS
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
AGATHA Chelsea ketika ditemui di peluncuran trailer dan poster Mata Dewa, di XXI Plaza Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG --- Berat bagi model, aktris, dan penyanyi Agatha Chelsea (16) untuk menjadi Bening, seorang jurnalis di sekolahnya, dalam film 'Mata Dewa'.

Butuh perjuangan yang berat bagi Chelsea untuk membintangi Bening dan menjadi jurnalis, yang memang belum pernah ia dapatkan dan lakukan selama karirnya.

"Jadi jurnalis itu tantangan baru banget buat aku. Karena memang belum pernah aku dapetin sebelumnya peran ini, jadi peran ini pembelajaran penting buat aku," kata Agatha Chelsea ketika ditemui di peluncuran trailer dan poster Mata Dewa, di XXI Plaza Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).

Chelsea menambahkan, setelah ia mendalami perannya sebagai jurnalis, ia pun baru memahami begitu beratnnya menjadi pewarta berita untuk mendapatkan informaasi.

"Memang susah banget jadi jurnalis yah. Gimana caranya melakukan wawancara yang baik dan benar, terus bagaimana menggali informasi, dan mendapatkan bahan yang berbeda. Itu susah banget," ucapnya.

Chelsea mengaku dirinya banyak belajar dari wartawan-wartawan yang ada di DBL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur karena lokasi shooting pun diselenggarakan di DBL.

"Aku banyak banget nanya ke wartawan mesti bagaimana untuk jadi jurnalis sesungguhnya. Aku melihat mereka bagaimana melakukan wawancara kepada narasumbernya," ungkapnya.

Lanjut Chelsea, ia mengaku sangat berat untuk menjadi jurnalis dengan sistematis kerja yang memang dituntut dengan waktu dan juga perbedaan berita.

"Setelah shooting tuh aku menghargai banget profesi jurnalis. Aku juga excited banget jadi jurnalis deh," ujar Agatha Chelsea.

Film Mata Dewa merupakan sebuah film drama olahraga remaja pertama di Indonesia, yang disutradarai oleh
Andi Bachtiar Yusuf, diproduksi oleh Sinema Imaji, DBL Indonesia, Sanaya Films.

Di mana Mata Dewa mengangkat sebuah kisah nyata anak sekolah yang bernama Dewa gemar bermain basket, tetapi harus rela mata kirinya buta akibat sebuah insiden, yang diperankan oleh Kenny Austin.

Kemudian Dewa memiliki sebuah kisah asmara bersama dengan Bening (Agatha Chelsea), seorang siswi yang mengambil ekstrakulikuler jurnalis disekolahannya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved