Kapolri Sebut Semrawutnya Mapolda Metro Jaya Rentan Disusupi Teroris
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyinggung kesemrawutan di Markas Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).
WARTA KOTA, SEMANGGI - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyinggung kesemrawutan di Markas Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).
Tito menerangkan, kesemrawutan disebabkan tak adanya lahan parkir yang memadai. Kerap kali, mobil pengunjung di Polda Metro Jaya tak mendapatkan parkir.
"Kita lihat di dalam Polda Metro masih semrawut, terutama parkirannya," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).
Baca: Kapolri: Naik Sukhoi Seperti Naik Mercy
Tito menerangkan, kesemrawutan di Polda Metro Jaya membuat petugas penjaga sulit membedakan antara warga biasa dengan anggota kepolisian. Menurutnya, hal itu rentan disusupi oleh teroris.
"Kalau pun ada suatu teror menaruh bom di samping Polda, kita tidak bisa mendeteksi, karena kita tidak bisa bedakan antara pengunjung dengan anggota Polri," kata Tito.
Pembangunan gedung parkir di Mapolda Metro Jaya batal dibiayai melalui kewajiban pengembang proyek reklamasi. Gedung parkir tersebut akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Baca: David Noah Tinggal di Rumah Gracia Indri, tapi Tak Pernah Ikut Bayar Cicilan
"Kami dapat anggaran dari APBN. Enggak hafal saya (alokasi pembangunan gedung parkir), ratusan miliar (rupiah) ada kayaknya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.
Padahal, menurut rencana, pembangunan gedung itu dilakukan PT Jaladri Kartika Ekapaksi yang merupakan anak usaha Agung Podomoro Group. (Dennis Destryawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160923-parkir-polda-metro-jaya_20160923_091731.jpg)