Iluni UI: Impor Beras Harusnya Bulan Oktober, Bukan Menjelang Musim Panen

Pengurus Iluni UI berpendapat, Impor beras bukanlah hal yang tabu. Alasannya, Pemerintah bertanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyat.

Iluni UI: Impor Beras Harusnya Bulan Oktober, Bukan Menjelang Musim Panen
Iluni UI
Diskusi Bulanan Iluni UI yang diadakan Iluni UI, di kampus UI Salemba Jakarta, Kamis (18/1/2018). 

"Hal ini diperkuat dengan panen akhir tahun 2017 yang diserang wereng di beberapa daerah sehingga mengindikasikan stok beras memang kurang,” kata Berly Martawardaya.

Acara diskusi bulanan itu dibuka oleh Ketua Iluni UI Tommy Suryatama dan dihadiri ketua merangkap juru bicara Iluni UI Eman Sulaeman Nasim.

Diskusi juga menghadirkan Guru Besar Pertanian Universitas Lampung (Unila) Prof Bustanul Arifin, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI Zaadit Taqwa, Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid, pengurus Himpunan Alumni IPB Ali Fatoni sebagai pembicara. Diskusi ini dipandu Dosen Fakultas Ilmu Administrasi UI M Fadli Hanafi.

Pertama berteriak

Zulkifli Rasyid mengatakan, dialah yang pertama kali meneriakkan perlunya impor beras.

Sebab, kata Zulkifli Rasyid, stok beras di gudang-gudang beras sudah menipis. Yang ada tinggal beras Raskin atau beras Rasta (rakyat sejahtera).

Sementara harga beras sudah mulai naik.

Jika tidak dilakukan impor, kata Zulkifli Rasyid, konsumen beras khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya akan kesulitan membeli beras dan dipastikan harganya akan semakin meningkat.

Baca: Iluni UI Kutuk Keras dan Minta Aksi Pembantaian Etnis Rohingya Dihentikan

Beras yang ada saat ini adalah beras premium (mahal) dan beras Rasta. Bukan beras medium.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved