Gagal Berangkat Umrah Paling Banyak Dilaporkan ke YLKI Sepanjang 2017

Sepanjang 2017, laporan yang paling banyak masuk ke YLKI menyangkut kegagalan berangkat umrah.

Gagal Berangkat Umrah Paling Banyak Dilaporkan ke YLKI Sepanjang 2017
warta kota/Feryanto Hadi
YLKI memaparkan laporan pengaduan konsumen yang masuk sepanjang 2017 yang didominasi persoalan gagal berangkat umrah. 

WARTA KOTA, PANCORAN-Ribuan orang melaporkan telah dirugikan oleh agen travel umrah sepanjang 2017 kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Angka ini tercatat sebagai yang terbanyak jumlah aduan terkait bidang itu yang dilaporkan masyarakat kepada YLKI.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, jumlah pengaduan umrah ke pihaknya mencapai 22.614 baik melalui aduan langsung, surat, email, telepon dan melalui sosial media.

Umumnya, kata dia, jemaah mengadu mereka gagal berangkat sesuai jadwal yang ditentukan sebelumnya, meskipun mereka sudah melakukan pelunasan biaya.

"Jumlah aduan umrah ini cukup besar tahun lalu. Bahkan, berita mengenai gagal berangkatnya umrah ini sempat menghebohkan publik kita hingga menyeret sejumlah agen travel besar," jelas Tulus saat menggelar konferensi pers di kantornya, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).

Menurut Tulus, banyaknya laporan atau pengaduan konsumen terkait masalah keberangkatan ibadah umrah menjadi indikasi kurangnya peran negara dalam melindungi konsumen.

"Pemerintah hanya piawai memberikan perizinan biro umrah, tetapi gagal total dalam pengawasan dan penegakan hukumnya untuk melindungi calon jemaah umrah," kata Tulus.

Dari data YLKI, sepanjang 2017, PT Frist Anugerah Karya Wisata atau First Travel mendapatkan pengaduan yang paling tinggi dengan 17.557 aduan.

Kedua, PT Assyifa Mandiri Wisata atau Khafilah Rindu Kabah sebanyak 3.056 pengaduan dan ketiga, PT Utsmanniyah Hannien Tour atau Hannien Tour sebanyak 1.821 pengaduan.

Keempat, PT Kafilah Jalan Lurus atau KJL Tour sebanyak 122 aduan. Kelima PT Wisata Basmalah Tour & Travel Bandung sebanyak 33 aduan.

YLKI menyatakan akan terus mengawal dan mendampingi konsumen terkait banyaknya aduan kepada biro umrah dan juga memberikan edukasi agar masyarakat tidak terjebak iming-iming atau penawaran paket umrah murah.

"Dari banyaknya laporan itu, mayoritas kami follow up meskipun dengan segala keterbatasan kami," imbuhnya.

Tulus menambahkan, pihaknya juga mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan kepada biro umrah dan mengetatkan penerbitan izin biro umrah.

"Hal ini penting dilakukan untuk melindungi konsumen dari tindakan penipuan atau gagalnya keberangkatan ke tanah suci setelah dilakukan pembayaran," ungkapnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved