Minggu, 12 April 2026

Luka di Wajah Membentuk Karakter Franck Ribery

Wajahnya terluka, sehingga harus mendapat 100 jahitan. Goresan bekas lukanya masih terlihat sampai sekarang.

Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Kamis (18/1/2018) halaman 16 

WARTA KOTA.COM - Franck Ribery, gelandang bintang Bayern Muenchen, mengalami masa-masa yang sangat sulit pada awal kehidupannya.

Sebagaimana dilansir Mirror.co.uk, saat masih bayi, Ribery ditinggalkan di tangga biara. Dia tidak pernah mengenal orangtua kandungnya.

Kemudian, pada usia dua tahun, dia mengalami luka serius di wajahnya setelah mengalami kecelakaan mengerikan tabrakan dengan truk.

Wajahnya terluka, sehingga harus mendapat 100 jahitan. Goresan bekas lukanya masih terlihat sampai sekarang.

Makanya, Ribery sempat mendapat julukan Scarface.

Meski mengalami trauma pada awal kehidupannya, Ribery, yang kini berusia 34 tahun, mencapai karier sepak bola yang mengesankan, yakni bermain lebih dari 200 pertandingan untuk klub Bundesliga Jerman Bayern Muenchen dan memiliki 81 cap atau penampilan untuk Tim Nasional Prancis.

Dan, lelaki yang memiliki nama muslim Bilal ini menjadikan kesulitan yang dihadapinya semasa kanak-kanak sebagai motivasi untuk meraih kesuksesan.

Baca: Kesempatan Terakhir Zinedine Zidane di Laga Kontra Leganes

Ribery, berbicara kepada mantan pemain Everton, Leeds, dan Prancis Olivier Dacourt di Canal+ Sport , mengatakan tentang bekas luka di wajahnya,"Luka ini memberikan saya karakter dan kekuatan."

"Karena," lanjut Ribery, "Ketika Anda masih kecil dan memiliki luka seperti ini, itu tidak mudah."

"Cara orang-orang melihat Anda, berbagai komentar, itu semua membuat keluarga saya ikut menderita," ujarnya.

Ribery, juara Liga Champions bersama Bayern pada musim 2012-2013, mengungkapkan tentang bagaimana dia menjadi sasaran penganiayaan kejam, termasuk orangtua dari anak-anak lain.

Dia mengatakan, "Orang-orang akan berkata: 'Lihat apa yang ada di wajahnya, lihat kepalanya Apa bekas luka ini? Ini sangat jelek.' Ke mana pun saya pergi, orang akan menatap saya."

"Dan, itu semua bukan karena saya orang baik atau karena nama saya Franck atau pesepak bola yang bagus, tapi karena bekas luka itu. Orang-orang yang berbicara tentang Anda adalah orangtua (anak-anak lain), dan ini sangat kejam," tegasnya.

Namun, Ribery tak mau membierkan dirinya terpuruk.

"Saya tidak pernah pergi ke sudut di suatu tempat dan menangis, meski itu sangat menyakitkan," ucapnya.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Kamis (18/1/2018)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved